Kecemasan Seorang Koki

Versi 1
Ketika saya sedang sibuk bersiap siap masak di sore hari (maksudnya biar makan malam disajikan fresh dan hangat) tiba tiba saya mendapat telepon dari kawan yang mengundang saya di acara pengajian malam nanti. Karena rumah saya jauh dari lokasi pengajian, saya memutuskan untuk bersiap siap berangkat pada saat itu juga. Anak anak sudah mandi jadi tinggal menyiapkan perbekalan untuk bepergian saja seperti baju hangat, jas hujan, makanan dan minuman, popok, selimut dll. Ketika itu saya sedang memasak nasi menggunakan panci presto.. ketika panci berbunyi, api kompor saya kecilkan, kemudian 5 menit setelah itu kompor harus dimatikan agar nasi tidak gosong.

Kami berempat langsung bersiap siap dan bergegas keluar dari rumah mengejar angkot jurusan Cimahi Ledeng karena hari sudah sore. Alhamdulillah, ada angkot kosong. Tapi tiba tiba di tengah jalan timbul rasa ragu dalam hati saya, “tunggu dulu, apakah kompor panci presto sudah saya matikan atau belum ya????”………..

Kalau saya turun dan pulang, kemungkinan besar saya tidak dapat hadir di acara pengajian karena membutuhkan waktu pulang mematikan kompor, shalat maghrib dulu di rumah, dll jadi kurang lebih jam 18. 30 baru berangkat kalau tidak ada halangan lainnya sementara angkot terakhir berangkat jam 19.00. Lagi pula rasanya kompor itu sudah saya matikan, jadi buang buang waktu sekali kalau saya pulang ternyata di rumah kompor sudah mati… belum lagi membawa anak anak pulang pergi dari angkot rumah dan angkot memakan waktu yang lama (rumah saya terletak agak jauh dari angkot dengan tanjakan yang cukup terjal)….
Tapi betulkan sudah mati? atau belum?

Ya Tuhaaan, tolong pilihkan saya keputusan yang terbaik… Ya Guru, tolong saya berikan saya pilihan dan keyakinan karena keragu raguan itu adalah salah satu godaan syetan. demikian saya berbisik dalam angkot yang lumayan sepi. Ketika itu anak anak duduk diam dan tenang…..

Sebelum datang ketenangan dalam diri saya rupanya hati saya berbisik…. kamu cemas dengan sesuatu yang tidak dapat kamu lihat dan kamu pastikan yaitu api kompor di rumah… apakah kamu pernah cemas dengan sesuatu yang tidak dapat kamu pastikan juga yaitu kehidupan kamu di akhirat nanti?? akankah kamu selamat atau kamu masuk dalam tempat yang panasnya lebih dari berjuta juta panas api kompor yang kamu cemaskan itu?….

Ya Allah, maafkan aku, maafkan aku maafkan aku…..ampunkan aku ampunkan aku, Guruku, taubatkan aku doakan aku ampukan akuu…..

Sepanjang jalan dalam angkot aku berdoa mohon belas kasihannya karena kelalaianku yang tidak pernah mengingat kehidupan akhirat.

Versi 2


Gas di rumah habis sehingga koki rumah memasak dengan kompor minyak.. walaupun jarang sekali memasak dengan kompor minyak, ternyata hari hari berlalu juga seperti biasa, Alhamdulillah, tentunya dengan bantuan bantuan dari pembantu dan anak anak yang cukup tenang dengan perubahan ini.

Suatu hari ketika anak anak sedang bermain sendiri, saya ingin menumis sayuran di kompor minyak…. kompor itu saya letakkan di luar rumah… ketika itu angin bertiup sangat kencang sehingga tiba tiba api kompor naik dan sempat mengenai jari saya walau cuma sebentar…….

Tentu saja terasa panas…. Ya Allah jika api seperti ini sudah terasa panas, bagaimana dengan api di akhirat nanti??? aku tak akan mampu, tak akan mampu masuk ke dalamnya….

Lalu teringat kembali doa yang diajarkan guruku tentang taubat nasuha….. Tuhanku aku tidak layak masuk dalam firdausmu (kurang lebih rasanya seperti orang kampung, kotor berdebu lusuh, ingin masuk ke tempat raja yang indah dan gemerlapan) tetapi aku pula tidak sanggup menanggung siksa neraka Mu…. (sama api kompor saja kalah… apalagi api di sana…) oleh itu Ya Allah terimalah taubatku, ampunkanlah dosa dosa ku, sesunggguhnya Engkaulah Pengampun dosa dosa besar…..

Tinggalkan sebuah Komentar

Tips Membuat Risol

Perlu punya pan datar. Gak usah teflon gak pa pa. Asal dia berbentuk bulat, datar, lebih bagus lagi kalau dasarnya tebal sehingga panci tidak cepat gosong (panas api relatif stabil dengan panci berpantat tebal. )

Resep kulit, fleksibel, terdiri dari bahan utama telur, air, terigu dan garam. Bahan siap di tuang dalam pan kalau sudah rata diaduk, kekentalannya pas (kalau adonan ditumpahkan denagn sendok ia akan mengalir pelan pelan). Kalau belum bisa merasakan pasnya adonan, sialhkan tuang sedikit dalam pan dan lihat hasilnya. Kalau keras dan tebal, tambahkan air, kalau retak retak, tambahkan terigu. (Kalau belum bisa juga cari aja resep risol di web, banyuak kok).

Panas api sangat berpengaruh. Kalau terlalu panas, adonan terlalu cepat menempel di pan, sulit di miringkan sehingga hasil menjadi tebal. Jadi usahakan suhu pantat panci stabil. Kalau terlalu panas, kecilkan kompor, siram pantat pandi dengan air (jangan sampe kena ke atas panci ya..) atau semprot air ke dasar panci untuk mengurangi panas.

Adonan isi bervariasi, dari abon, daging ayam, sayur dan kentang, daging cincang, ragout, kalau suka manis dapat juga memakai isi vla.

Kalau mau kulit yang tebal dan crunchy, kulit dicelupkan dalam air dan tepung maizena atau tepung kanji, lalu di guling ke tepung roti, ulangi 2 kali. Kalau suka telur, boleh juga diguling menggunakan telur.

Komentar (1)

Review Resep Roti

Classic Dinner Rolls

Resep ini dari : http://www.taunton.com/finecooking

18 oz. (4 cups) all-purpose flour
1 package (2-1/4 tsp.) rapid-rise yeast
1/3 cup sugar
1 tsp. salt
1 cup milk
4 oz. (8 Tbs.) unsalted butter
3 large egg yolks

Komentar:

Resep dan cara membuat roti cukup lengkap, bahkan sampai suhu oven, lama pengadukan disebutkan. Lucunya, 3 kali praktek resep, hasilnya tidak sama. Memang ada perbedaan waktu memasak keduanya. Yang pertama, cukup bagus, adonan dapat dibentuk, hasilnya dinner roll bulat berwarna keemasan yang empuk.

Hasil kedua dinner roll tidak dapat dibentuk karena cair, adonan cenderung melebar ke samping. Yang ketiga, adonan sulit dibentuk, hasil melebar ke samping dan dinner roll agak keras. Lah bagaimana ini? kok kualitasnya terus menurun???

Berikut ini dugaan kenapa adonan sampai berbeda.

  • Telur yang dipakai pada adonan 1 lebih kecil dari yang ke 2 dan 3.
  • Cara mengocok adonan pertama, cukup dengan slow speed.
  • Adonan ke 2 terburu buru dibuat, akibatnya dikocok cepat cepat dengan high speed (karena harus pergi pagi pagi), dilanjutkan denagn pemanggangan oleh orang lain.
  • Adonan ke 3 menggunakan ragi basah yang baru dibeli (kekuatannya lebih dari ragi lama). Sepertinya encer sekali, tapi saya tidak berani menambahkan terigu karena ingin sesuai resep. Adonan ini dimasak di kompor minyak berhubung gas di Bandung sedang sudah didapat. Otomatis menggunakan api besar, sehingga suhu oven lebih panas dari biasanya….

Jadi penasaran tentang roti. Sebetulnya sudah menemukan formula yang pas dari resep lain (di buklet Nova zaman dulu)… tapi masih pengen ngutak atik lagi biar ketemu formula dan teknik pembuatan yang tepat biar roti yang dihasilkan enak, sehat dan baik…Btw kalau mau bikin roti, jangan lupa telurnya dicuci yaaa.

Tinggalkan sebuah Komentar

Membuat bolu untuk pemula

Jangan takut untuk bikin bolu, gak sulit kok.Asal ada niat (jangan lupa, segala sesuatu berawal dari niat) ada ilmu dan ada sabar, Insya Allah, jadi.
Gak usah minder dan gak PD karena gak pake bahan pengembang dan pengempuk. Tuhan telah jadikan bahan bahan di alam ini bahan yang baik dan enak.
Jadi gimana caranya dong???
Panduan membuat bolu:

1. Pilih bahan yang berkualitas seperti:

  • Telur baru yang sudah dicuci dan dikeringkan serta memiliki temperatur sama dengan ruangan.
  • Gula pasir- lebih baik lagi kalau sudah diblender jadi mudah larut ketika dikocok
  • Tepung terigu protein rendah- kalau protein tinggi, nanti gak jadi bolu, jadinya roti. Kalau beli terigu curah, sebaiknya diayak dulu.
  • Bahan bahan pelengkap lain sesuai resep. Misalnya:
  • Butter – pilih yang buatan lokal dan halal, Insya Allah lebih fresh dan halal
  • Kismis dan buah kering- kismis kiloan banak yang bagus, pilih yang besar besar
  • Coklat bubuk dan coklat blok, jangan main main dengan benda ini, kalau salah pilih: ada butiran kasar di coklat bubuk, coklat bubuk tidak memiliki aroma coklat, cenderung bau apek, kalau salah pilih coklat blok (biasanya kadar lemak tambahannya lebih besar dari coklatnya sendiri) rasa dan tekstur kue berubah, mungkin jadi dodol bukan kue bolu.
  • dll

2. Siapkan bahan bahan dan alat alat

  • Siapkan semua bahan sesuai dengan takaran yang ada dalam resep.
  • Siapkan juga bahan bahan yang harus diproses lebih dahulu, misalnya coklat leleh sudah dilelehkan, jangan terburu buru… , kacang sudah dipanggang, kismis sudah direndam, butter sudah dilelehkan, dll.

3. Siapkan peralatan perang seperti:

  • Mixer, baskom, Spatula dan Ayakan
    Pastikan alat alat diatas sudah bersih dan kering. Mixer dan baskom harus betul betul bersih (bebas dari minyak dan lemak- kalau perlu dicuci menggunakan air hangat, cuka atau jeruk nipis serta sabun cuci).
  • Loyang
    Loyang sudah diolesi minyak dan ditaburi terigu sampai rata tapi tetap tipis khususnya pada bagian dasar. Biar gak sulit, pilih loyang yang tidak banyak lekuknya, atau malah loyang bongkar pasang. Kalau adonan mengandung banyak gula atau cair, biasanya mudah lengket. Untuk kasus ini lebih baik menggunakan kertas roti yang telah diolesi minyak.
  • Oven atau kukusan
    kenalan dulu sama ovennya ya, biar tahu posisi tepat untuk memanggang, juga lama memanggang.

Bersambung dulu yaaa.

Tinggalkan sebuah Komentar

All (I think almost) about cake

Ada yang dari pengalaman pribadi, ada juga yang diambil dari: http://www.dianasdesserts.com/ ada juga dari buku aneka roti dan kue dan tips rahasia cake anti gagal.
Jenis Jenis Cake
1. Sponge Type Cake
Bahannya terdiri dari telur, gula, dan tepung, atau ditambah margarin yang dicairkan. Prosedur pembuatannya, telur dikocok bersama gula sampai mengembang. Setelah itu tepung terigu diaduk bersama adonan, baru kemudian ditambahkan margarin cair. Pada resep ini penggunaan margarin tidak sebanyak butter type cake.
2. Butter Type Cake
Bahannya kurang lebih sama dengan sponge cake, tetapi cara pembuatannya berbeda. Mentega dikocok bersama gula sampai gula hancur lalu ditambahkan 50 persen telur yang digunakan. Masuknya telur harus satu dulu. Setelah rata, baru tambahkan telur yang lain. Begitu seterusnya. Sisa telur bisa dimasukkan bergantian tepung terigu. Pengocokan tidak boleh dilakukan terlalu lama agar tepung tidak elastis (mengaret) seperti roti dan cake tidak banyak remahnya.
3. Kombinasi antara Sponge Cake dan Butter Type Cake
Margarin dikocok hingga gula hancur, tetapi tidak dikocok bersama telur. Telur dikocok lagi bersama sebagian gula secara terpisah. Tepung kemudian bisa dimasukkan ke dalam kocokan margarin lalu dicampur dengan telur yang sudah mengembang. Atau tepung masuk ke dalam telur. Setelah rata, baru dimasukkan kocokan mentega.
4. Chiffon Cake
Bahannya pun masih standar sesuai bahan cake pada umumnya. Tetapi prosedurnya agar unik. Kuning telur diaduk dengan bahan-bahan lainnya. Sementara si putih telur dikcok kaku bersama sedikit gula pasir. Baru kemudian keduanya digabungkan. Pembuatan kue ini tidak menggunakan margarin, tetapi minyak sayur.

Tinggalkan sebuah Komentar

Akhirnya, bisa juga memasak awug beras

Alhamdulillah, akhirnya sepertinya saya sudah menemukan beberapa ilmu dibalik membuat awug beras. Beberapa kali memasak awug beras dengan hasil seperti ini:

  • Tepung berasnya kurang matang dan keras, apalagi ketika sudah dingin… hampir hampir tak bisa dimakan…
  • Berasnya terlalu mekar dan empuk, jadi rasa gurih di beras kurang, rasa awug tidak kenyal gurih dan lembut, tapi cenderung seperti bubur sum sum
  • Rasa gurih di beras hilang, jadi cuma terasa gula dan butir butir tepung saja.

Ternyata, dari kegagalan kegagalan itu, ada step by step yang harus dilalui yaitu:

  • Lebih baik membuat sendiri tepung beras dari beras yang masih baru, pulen dan harum. Ini sangat menentukan rasa dan aroma awug ketika sudah matang. Beras yang hendak digiling direndam air terlebih dahulu agar beras mudah hancur. Beras tidak perlu direndam terlalu lama (kurang lebih 3 jam cukup). Jika beras direndam terlalu lama ada rasa yang hilang dari beras tersebut (kata orang jawa jadi sepo).Dalam eksperimen, beras direndam lebih dari 12 jam sudah terasa hambar. Beras dapat digiling ke pasar atau menggunakan mincer yang ada di blender rumah.
  • Setelah menjadi tepung, tepung beras harus dikukus kurang lebih 30 menit (dapat dilakukan dalam keadaan tepung masih lembab, tapi lebih baik jika sudah kering). Setelah dikukus, tepung diangin angin agar kadar air menguap, dan didiamkan selama 1 hari. Tepung yang telah didiamkan 1 hari berubah menjadi tepung yang sangat lembut, ketika dikukus, tepung menjadi lunak sekali. (jangan pernah memakai tepung ini untuk bahan kue lain ya, dijamin, adonan akan menjado selembek bubur).
  • Setelah didiamkan selama 1 hari, tepung dicampur dengan air dan garam. Tidak ada takaran yang pasti karena kadar air yang dibutuhkan masing masing beras berbeda. Jadi disinilah dibutuhkan ‘perasaan’. Kalau air kurang, awug menjadi cepat kering dan keras. Kalau terlalu banyak, awug menjadi mekar, gimbal dan rasa gurih berkurang (hampir seperti bubur sumsum yang agak keras). Jadi tepung harus lembab, tapi tidak sampai menempel di tangan ketika diaduk. Untuk menambah empuk, boleh dicampur dengan sedikit kelapa parut. Jika kelapa terlalu banyak, hasil sama seperti kadar air yang over dosis. Tuang adonan tepung berselang seling dengan gula dan pandan. Kukus sampai adonan terasa matang (bisa juga menggunakan panci presto, lebih cepat). Sajikan hangat.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tips Tambahan Membuat Brownies Kukus

Sekedar berbagi pengalaman membuat brownies kukus yang lembut, beraroma coklat, dan lembab. Gak perlu menggunakan emulsifier sudah bisa kembang kok (hati hati, benda ini kurang baik untuk tubuh kita).

  1. Takaran harus betul. Berhubung belum jadi pakar memasak yang punya feeling so good terhadap bahan bahan, mau tidak mau kita menggunakan ’senjata’ timbangan dan gelas ukur.
  2. Cara mengocok harus betul
  3. Pastikan wadah kocokan bersih dan kering. Lebih bagus menggunakan wadah dari logam (wadah plastik yang berminyak dapat menghambat telur menjadi berbusa, jadi waktu pengocokan lebih lama). Kocok awal memakai low speed, ketika mulai berbusa banyak, tingkatkan ke medium, lalu high. Cara ini menghasilkan adonan yang lembut. Setelah adonan meninggalkan jejak, atau lambat turun ketika diambil dengan sendok, berarti adonan siap dicampur.
  4. membuat tim coklat harus betul
    Sebaiknya coklat di tim bersamaan dengan pengocokan telur, sehingga ketika telur naik, coklat sudah tidak terlalu panas. Gunakan api kecil dan double boiler agar tidak ada air di bawah yang naik ke atas coklat (biar coklat tidak berubah warna). Pastikan coklat sudah hangat ketika masuk dalam adonan( kalau masih panas, brokus akan bergelombang). Biar tidak beku, tinggalkan coklat dalam panci tim dan air kukusan( biar suhu stabil karena air hangat)
  5. Campurkan coklat yang sudah dicampur minyak goreng ke dalam adonan (speed tinggi)aduk rata.
  6. Campurkan terigu dan coklat yang sudah diayak menggunakan spatula- kalo pake mikser, bolu menjadi berserat kasar, karena gluten dari terigu mulai terbentuk (yang untuk bikin roti itu lho)
  7. Masukkan dalam panci kukusan yang airnya sudah mendidih
  8. Kukus selama kurang lebih 30 menit dengan api sedang (api besar menyebabkan brownis kasar dan kering)
  9. Jangan lupa tutup kukusan agar tak ada air menetes dalam kue.

  10. Ketika sudah matang, langsung angkat dari kukusan agar kue tidak berair.
    Hasilnya:


Komentar (1)

Rahasia Si Tepung Beras

Saya cukup penasaran dengan tepung ini…. kok sepertinya sulit sekali membuat kue dengan tepung beras. Kalau dengan terigu, campur ini dan itu, jadilah kue bolu, roti, biskuit atau gorengan… kalaupun gagal, masih bisa dimakan…(paling agak liat sedikit). Nah tepung beras ini dia tidak bisa asal campur saja, dibutuhkan komposisi yang tepat dan handling yang betul agar kita dapat menikmati kue yang empuk, gurih, dari tepung beras atau kue renyah lain dari tepung beras. Kalau komposisi air dan tepung kurang tepat, dia akan menjadi keraass sekali atau lembek dan cair hingga lengket di cetakan…..

Berhubung banyak makanan enak terbuat dari tepung beras, maka mau tidak mau, nyemplung deh cari info tentang beras dan bereksperimen membuat beberapa kue tepung beras…. Ternyata:

  1. Beras yang disimpan terlalu lama akan berkurang rasa dan baunya, serta kadar airnya sehingga akan menghasilkan makanan yang keras dan tidak gurih. Karena itu gunakan selalu beras yang baru dipanen. Untuk tepung beras, lebih baik menggiling beras sendiri yang telah direndam dengan air sebentar (perendaman untuk mempermudah penggilingan pati beras agar hancur dalam butiran halus) lalu diayak dan dikeringkan. Hasilnya akan berbeda dengan menggunakan tepung beras dalam kemasan. Yang perlu diingat tepung ini sebaiknya langsung digunakan, penyimpanan terlalu lama akan mengurangi rasa dan mengundang jamur.
  2. Beras seperti apa yang dipilih untuk membuat kue? Secara umum beras dibedakan menjadi 2 jenis yaitu beras pera dan beras pulen. Beras pera membutuhkan air lebih sedikit ketika dimasak. Beras ini memiliki pertambahan volume yang cukup besar ketika dimasak (mekar), namun ketika dingin, agak keras. Untuk pembuatan bihundan putu mayang (yang perlu dibentuk dalam keadaan basah, dibutuhkan beras yang pera). Sementara beras pulen membutuhkan air lebih banyak, lebih kenyal dari beras pera, dan pertambahan volume tidak sebesar beras pera- sehingga lebih gurih. Beras pulen cocok untuk kue awug beras – kue sederhana yang mengandalkan rasa dari pati tepung beras dan gula.
    Untuk kue kue lain ( kue mangkok, cara bikang, kue pancong/ bandros, serabi dll.) sepertinya tidak terlalu bermasalah karena ada bahan tambahan lain seperti santan, tepung kanji, ragi, dll yang dipakai untuk memberi rasa sekaligus membuat kue menjadi lebih empuk.
  3. Tepung beras yang direndam dalam air atau dicampur dengan sejumlah air akan berubah sifatnya. Misalnya: pada cara bikang, kue cucur dan serabi, adonan yang didiamkan dalam waktu agak lama (kurang lebih 4-5 jam) akan menghasilkan kue dengan tekstur berlubang. Tekstur ini menyebabkan serabi atau cara bikang lebih empuk. Sementara kue awug beras dicampur dengan air sampai lembab lalu didamkan satu hari satu malam agar proses pematangan beras ketika dikukus menjadi lebih mudah dan kue lebih empuk.
  4. Pengaturan panas dan waktu memasak pada pembuatan kue beras yang langsung bertemu dengan api di bawah cetakan (misalnya kue serabi, kue pancong/ bandros, cara bikang, dll) dapat berpengaruh pada tampilan kue. Jika api terlalu kecil, kue akan lengket dan sulit diangkat dari cetakan, jika terlalu besar, kue menjadi setengah matang.

Komentar (1)

Resep Serabi

Diadaptasi dari Resep Makanan Tradisional terbitan Dinas P & K 1999


Bahan bahan:

  • 300 gram tepung beras
  • 500 cc air santan dari 1 butir kelapa
  • 1 butir telur
  • Gula merah dan pandan untuk kinca

Cara membuat:
Telur dikocok hingga putih dan kuningnya tercampur rata, masukkan tepung beras sedikit demi sedikit.

Masukkan santan, aduk hingga rata.

Untuk mendapatkan serabi denagn tekstur bolong bolong, diamkan adonan kurang lebih 3 jam , masukkan dalam panggangan serabi yang terbuat dari tanah liat yang telah diolesi minyak tipis tipis. Lebih baik jika menggunakan arang sebagai bahan bakar.

Untuk pembuatan kinca, masukkan gula dan pandan dalam sedikit air yang telah mendidih, rebus gula dalam api kecil hingga cair (penutupan panci dapat menghemat energi pembakaran) tunggu hingga gula larut. Hasilnya adalah larutan coklat yang cukup kental dan berbau harum. Perhatikan betul betul, untuk gula merah curah, terkadang terdapat semut dan tawon mati, bersihkan. Kinca siap disajikan.

Tinggalkan sebuah Komentar

Brownies Kukus

Resep yang sudah dimodifikasi di dapur harmoni:

Bahan A:

  • 600 gram telur (kurang lebih 12 butir)
  • 400 gram gula pasir
  • 1 sdt garam

Bahan B:

  • 250 gram tepung terigu
  • 100 gram coklat bubuk

Bahan C:

  • 350 gram minyak hangat
  • 200 gram coklat blok dicairkan.

Cara membuat:

Kocok bahan A sampai mengembang, masukkan bahan B, aduk rata dengan spatulla. Masukkan bahan C, aduk rata. Adonan dibagi dua. Setengah bagian dimasukkan dalam loyang, dikukus selama 30 menit. Setelah itu sisa adonan dituang dan dikukus kembali sampai matang.

Tips:

  1. Jika ingin mendapatkan lapisan coklat di tengah, berikan parutan coklat blok diatas bagian pertama yang mulai mengeras, lalu masukkan adonan bagian kedua. Brownies kukus ini memiliki rasa coklat yang sangat dominan, sehingga sebaiknya gunakan coklat bubuk dan coklat blok berkualitas untuk mendapatkan hasil yang maksimal. (Coklat bubuk bensdorp memberi rasa coklat yang kuat dan dark sementara coklat bubuk van houten memberi rasa coklat yang lebih mild. Coklat blok Collata memberi rasa coklat yang tajam, sementara coklat Tulip lebih lembut, jadi tergantung selera anda)
  2. Agar warna coklat tidak buram, jaga jangan sampai air masuk dalam coklat yang sedang ditim.
  3. Jangan lupa gunakan lapisan kain pada tutup kukusan agar air tidak menetes pada kue.
  4. Untuk mendapatkan brownies yang lembut dan lembab, gunakan api kecil, jangan biarkan kue terlalu lama dikukus karena akan menjadi keras. Ketika kue sudah matang, segera keluarkan kue agar tidak berair.

Komentar (2)

« Tulisan Lebih Baru · Tulisan yang Lebih Tua »