Arsip untuk Uncategorized

Cara Menyajikan Makanan Halal

Bagi seorang mukmin, makanan halal adalah syarat mutlak…. Sayidina Abu Bakar memilih untuk muntah daripada menelan makanan haram… Wali dan sufi sufi memilih tidak makan daripada memakan makanan yang syubhat…..

Makanan yang halal sangat berpengaruh pada proses pendidikan rohani dan jasmani anak anak, karena anak yang terbiasa makan makanan halal lebih mudah penanganannya dari pada y ang tidak…. (lihat Panduan Wanita Solehah bab makan –minum)

Makanan yang sudah jelas jelas halal, jika penyajiannya kurang tepat, bisa menjadi haram. Contohnya ayam, adalah makanan yang halal, tapi jika cara sembelih ayam tidak sesuai dengan syariat, ayam yang sudah jelas halal tersebut bisa menjadi haram karena ayam tersebut masuk dalam kategori bangkai.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan makanan mentah:

Secara umum kesucian makanan perlu dijaga betul…. jangan sampai makanan yang kita olah masih terkena najis atau belum disucikan. Jadi pastikan dahulu makanan mentah tersebut tidak bernajis, lalu sucikan dengan cara mengalirkan air secara merata pada makanan mentah tersebut. Contohnya brokolli, bersihkan brokoli dari segala ulat dan telur telurnya (kita tidak boleh makan ulat kan….)setelah yakin bersih, alirkan air pada seluruh bagian brokoli tersebut……

Beberapa makanan mentah yang membutuhkan perhatian khusus antara lain:

Ayam

Pastikan ada 3 urat leher yang putus pada leher ayam, ini adalah syarat wajib secara syariat… kalau ada ayam yang lehernya cuma bolong sedikit, sebaiknya jangan dibeli, karena ada beberapa ayam yang tidak disembelih leher, hanya ditusuk dan dikeluarkan darahnya saja. Langkah selanjutnya sama seperti daging sapi.

Kalalu ingin lebih bersih, buang bagian kloaka ayam yang terletak di pantat ayam.

Daging sapi

Pastikan seluruh darah kotor tidak terdapat lagi dalam daging. Untuk jeroan, pastikan sudah tidak ada darah beku yang belum keluar.

Ikan

Pastikan seluruh perut ikan dibuang denagn bersih. Kalau ada telur ikan di dalamnya, sebaiknya keluarkan dulu telur ikan tersebut, sucikan secara terpisah, bersihkan bagian perut ikan dan sucikan, lalu telur boleh dimasukkan kembali dalam perut ikan atau dibungkus aluminium foil. Untuk ikan denagn ukuran maksimum 2 jari kotoran dalam perutnya tidak perlu diambil, misalnya untuk ikan teri medan.

Berhati hatilah memilih ikan yang sudah diolah. Pastikan betul bagian usus sudah dibersihkan.

 

Telur

Buang seluruh kotoran dan bekas darah pada telur dengan sabut besi, sucikan. Telur yang sudah dicuci sebaiknya segera digunakan atau dimasukkan dalam lemari es.

Udang

Jangan lupa membuang kotorannya yang ebrada di dekat kepala, lebih baik lagi jika bagian punggung tempat saluran kotoran tersebut juga dibuang, ini menyebabkan bau amis pada udang.

Tinggalkan sebuah Komentar

Beberapa resep serabi

<p>Beberapa resep serabi </p>

<ul>

  <li><a href=”http://www.photoblog.com/dapurku/2007/04/17/serabi-solo-teori-dan-hasil-praktek-.html”>Serabi Solo</a></li>

  <li><a href=”http://www.wacanamitra.com/wm229/inovasi.htm”>Soerabi Cantik</a> </li>

  <li><a href=”http://mamieksyamil.multiply.com/recipes/item/118/Serabi_Kinca”>Serabi Kinca</a> </li>

</ul>

Tinggalkan sebuah Komentar

Donat oh Donat

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Lagi rame tentang betapa panjang umurnya si donat donat yang dijual di toko toko…. kalau di rumah sendiri dan di rumah beberapa kawan, gak akan panjang umur deh si donat… langsung deh dilahap nyam nyam nyam…..

Mau mau???? gak susah kok bikin donat sendiri…resepnya ku contek habis dari mbak Odillia Wineke (Makasih mbak…. sudah menceriakan hidupku denagn resep donatmu).

Kurang lebih kayak gini:

Untuk menghasilkan 30 buah donat ukuran sedang, dibutuhkan:

600 gram terigu protein sedang atau tinggi (aku cukup pake terigu curah… murah, cuman 7000 perak).

75 gram gula pasir

200 ml air

100 gram minyak goreng, mentega juga boleh kalau mau.( dirumah dah lama gak pake mentega, untuk beberapa kue basah, aku mengganti mentega dengan minyak goreng, ternyata kuenya lebih empuk biar beraroma tambahkan garam pada tiap penambahan minyak goreng).

Ragi basah (nah ini memang beda denagn ragi instant, hasilnya lebih empuk, harum…. nyam…)

4 kuning telur ( mau dikurangi juga boleh, pake 1 juga gak papa… tapi kalau pake 4, hmm donat jadi empuk dan gak keras biarpun udh nginep sehari… rasa telurnya bikin donat lebih gurih… jangan lupa cuci dulu telurnya ya..).

Sedikit garam… untuk menambah rasa dan sebagai pengawet. Aku pake 1 sdt untuk 1 resep.

Cara membuat:

Pake mikser spiral, semua dikocok kocok kocok sampe tercampur.. dahulukan air gula ragi dan telur, masuk terigu, terakhir minyak goreng. Lama pengocokan fleksibel saja, pokoknya tercampur rata…. tapi konon semakin lama mengocok semakin banyak gluten yang terbentuk, rasanya bisa semakin gurih… ya, kira kira antara 5- 8 menit setelah adonan tercampur rata. Diamkan 30 menit sampai adonan mengembang. Lalu adonan kembali dikocok kocok kocok beberapa menit. Langsung dibentuk. Biar donat tengahnya empuk, adonan jangan dicetak terlalu tipis… beri ketebalan 2 sampai 3 cm kurang lebih agar donat dalamnya empuk dan lembab. Diamkan lagi 30 menit, setelah terlihat donat mekar, masukkan donat dalam penggorengan (baiknya pake panci berpantat tebal agar api merata) yang sudah terisi minyak panas… deep fried. Kalau sudah cukup, balik 1 kali, tunggu, angkat dan tiriskan.. Untuk yang suka donat garing kriuk di luar, bisa menggoreng sampe warna coklat, untuk yang suka donat kulit empuk, sampe warna keemasan saja… balik cukup 1 kali agar donat tidak berminyak. Tiriskan kalau perlu di atas kertas penyerap minyak… siapkan untuk topping…

Topping favorit di rumah ya celup dark chocolate atau white chocolate campur keju atau almond panggang…

Komentar (2)

Kisah sedih di pasar

Ketika sedang mencari oleh oleh untuk kawan di pasar, tidak sengaja saya melewati kios ikan pindang tongkol… awalnya, wah, menggoda sekali….ikan besar besar yang direbus dengan bumbu lalu dikeringkan…. tapi lalu ada rasa ragu di dalam hati…. apakah ikan ikan ini sudah dibersihkan denagn baik? Kelihatannya kog bagian perutnya ada bekas hitam-hitam…apakah itu??? wah kalau itu usus dan kotoran ikan gimana? hiiiy…gak jadi deh mau makan ikan pindang tongkol….. sebagai informasi secara syariat Islam, jika ukuran ikan maksimum sebesar 2 jari tangan, ikan tersebut masih dapat dimakan denagn usus usus dan kotorannya, tapi kalau lebih dari itu, ikan harus dibersihkan lebih dulu. Jadi kalau ikan teri medan dan teri air tawar sih aman aman saja untuk dimakan….. Yah, gak jadi makan pindang hari ini…:( mungkin perlu bikin sendiri).

Tinggalkan sebuah Komentar

Beberapa ide memasak sayur

Sayur mayur bisa di

Makan mentah sebagai lalapan yang dimakan denagn sambel. Sambel pelengkap lalap biasanya sambal bajak, sambal tomat atau sambal terasi.

Sayur mentah juga bisa dibuat karedok, sejenis lotek yang dicampur deangn kacang panjang, kol tauge, terong hijau, semua dalam keadaan mentah.

Direbus dan dimakan bersama pelengkapnya seperti saos mayones, saos selada thousand island, saos selada husar, bumbu gado gado, pecel, urap atau lotek.

Ditumis.

Cara menumis yang baik adalah, tumis bumbu sampai matang dan harum, masukkan sayur, aduk rata dalam keadaan api besar, ketika terlihat sudah setengah matang, tutup wajan yang berisi tumisan dan masak dalam api kecil. Total waktu memasak sayuran agar tetap hikau dan tidak berubah kandungan vitaminnya adalah 7 menit… itu kata Shirley O Corriher, si pakar masak.

Kalau ingin tumis sayur yang kental, masukkan tepung kanji yang telah dicairkan terlebih dahulu. Sayuran yang ditumis terasa lezat jika waktu memasak tidak terlalu lama dan disajikan dalam keadaan hangat. Kalau tidak ingin segera disajikan, tumis dalam keadaan setengah matang, lalu hangatkan kembali ketika akan disajikan.

Sop

Sajian hangat berkuah….masukkan sayuran yang keras terlebih dahulu seperti wortel atau buncis, sayuran yang mudah empuk seperti kol brokoli, jamur, dapat dimasukkan kemudian. Aroma bawang daun, seledri dan merica dapat memberi aroma khas.

Tinggalkan sebuah Komentar

Variasi Cake

Bahan utama pembentuk cake adalah telur dan terigu. Selain bahan utama tersebut banyak juga cake juga dapat divariasi dengan bahan lain seperti oats, ubi/kentang kukus, yogurt, tape, durian, dll.

Cake havermout, resep dari Lia, Dapurgue

Cake tape kukus, modifikasi dari resep Brownies kukus (DCC diganti tape)

Tunnel Cake Resep dari Shirley O Corriherr

Ada juga cake yang tidak menggunakan kuning telur, contohnya zebra cake

Tinggalkan sebuah Komentar

Kecemasan Seorang Koki

Versi 1
Ketika saya sedang sibuk bersiap siap masak di sore hari (maksudnya biar makan malam disajikan fresh dan hangat) tiba tiba saya mendapat telepon dari kawan yang mengundang saya di acara pengajian malam nanti. Karena rumah saya jauh dari lokasi pengajian, saya memutuskan untuk bersiap siap berangkat pada saat itu juga. Anak anak sudah mandi jadi tinggal menyiapkan perbekalan untuk bepergian saja seperti baju hangat, jas hujan, makanan dan minuman, popok, selimut dll. Ketika itu saya sedang memasak nasi menggunakan panci presto.. ketika panci berbunyi, api kompor saya kecilkan, kemudian 5 menit setelah itu kompor harus dimatikan agar nasi tidak gosong.

Kami berempat langsung bersiap siap dan bergegas keluar dari rumah mengejar angkot jurusan Cimahi Ledeng karena hari sudah sore. Alhamdulillah, ada angkot kosong. Tapi tiba tiba di tengah jalan timbul rasa ragu dalam hati saya, “tunggu dulu, apakah kompor panci presto sudah saya matikan atau belum ya????”………..

Kalau saya turun dan pulang, kemungkinan besar saya tidak dapat hadir di acara pengajian karena membutuhkan waktu pulang mematikan kompor, shalat maghrib dulu di rumah, dll jadi kurang lebih jam 18. 30 baru berangkat kalau tidak ada halangan lainnya sementara angkot terakhir berangkat jam 19.00. Lagi pula rasanya kompor itu sudah saya matikan, jadi buang buang waktu sekali kalau saya pulang ternyata di rumah kompor sudah mati… belum lagi membawa anak anak pulang pergi dari angkot rumah dan angkot memakan waktu yang lama (rumah saya terletak agak jauh dari angkot dengan tanjakan yang cukup terjal)….
Tapi betulkan sudah mati? atau belum?

Ya Tuhaaan, tolong pilihkan saya keputusan yang terbaik… Ya Guru, tolong saya berikan saya pilihan dan keyakinan karena keragu raguan itu adalah salah satu godaan syetan. demikian saya berbisik dalam angkot yang lumayan sepi. Ketika itu anak anak duduk diam dan tenang…..

Sebelum datang ketenangan dalam diri saya rupanya hati saya berbisik…. kamu cemas dengan sesuatu yang tidak dapat kamu lihat dan kamu pastikan yaitu api kompor di rumah… apakah kamu pernah cemas dengan sesuatu yang tidak dapat kamu pastikan juga yaitu kehidupan kamu di akhirat nanti?? akankah kamu selamat atau kamu masuk dalam tempat yang panasnya lebih dari berjuta juta panas api kompor yang kamu cemaskan itu?….

Ya Allah, maafkan aku, maafkan aku maafkan aku…..ampunkan aku ampunkan aku, Guruku, taubatkan aku doakan aku ampukan akuu…..

Sepanjang jalan dalam angkot aku berdoa mohon belas kasihannya karena kelalaianku yang tidak pernah mengingat kehidupan akhirat.

Versi 2


Gas di rumah habis sehingga koki rumah memasak dengan kompor minyak.. walaupun jarang sekali memasak dengan kompor minyak, ternyata hari hari berlalu juga seperti biasa, Alhamdulillah, tentunya dengan bantuan bantuan dari pembantu dan anak anak yang cukup tenang dengan perubahan ini.

Suatu hari ketika anak anak sedang bermain sendiri, saya ingin menumis sayuran di kompor minyak…. kompor itu saya letakkan di luar rumah… ketika itu angin bertiup sangat kencang sehingga tiba tiba api kompor naik dan sempat mengenai jari saya walau cuma sebentar…….

Tentu saja terasa panas…. Ya Allah jika api seperti ini sudah terasa panas, bagaimana dengan api di akhirat nanti??? aku tak akan mampu, tak akan mampu masuk ke dalamnya….

Lalu teringat kembali doa yang diajarkan guruku tentang taubat nasuha….. Tuhanku aku tidak layak masuk dalam firdausmu (kurang lebih rasanya seperti orang kampung, kotor berdebu lusuh, ingin masuk ke tempat raja yang indah dan gemerlapan) tetapi aku pula tidak sanggup menanggung siksa neraka Mu…. (sama api kompor saja kalah… apalagi api di sana…) oleh itu Ya Allah terimalah taubatku, ampunkanlah dosa dosa ku, sesunggguhnya Engkaulah Pengampun dosa dosa besar…..

Tinggalkan sebuah Komentar

All (I think almost) about cake

Ada yang dari pengalaman pribadi, ada juga yang diambil dari: http://www.dianasdesserts.com/ ada juga dari buku aneka roti dan kue dan tips rahasia cake anti gagal.
Jenis Jenis Cake
1. Sponge Type Cake
Bahannya terdiri dari telur, gula, dan tepung, atau ditambah margarin yang dicairkan. Prosedur pembuatannya, telur dikocok bersama gula sampai mengembang. Setelah itu tepung terigu diaduk bersama adonan, baru kemudian ditambahkan margarin cair. Pada resep ini penggunaan margarin tidak sebanyak butter type cake.
2. Butter Type Cake
Bahannya kurang lebih sama dengan sponge cake, tetapi cara pembuatannya berbeda. Mentega dikocok bersama gula sampai gula hancur lalu ditambahkan 50 persen telur yang digunakan. Masuknya telur harus satu dulu. Setelah rata, baru tambahkan telur yang lain. Begitu seterusnya. Sisa telur bisa dimasukkan bergantian tepung terigu. Pengocokan tidak boleh dilakukan terlalu lama agar tepung tidak elastis (mengaret) seperti roti dan cake tidak banyak remahnya.
3. Kombinasi antara Sponge Cake dan Butter Type Cake
Margarin dikocok hingga gula hancur, tetapi tidak dikocok bersama telur. Telur dikocok lagi bersama sebagian gula secara terpisah. Tepung kemudian bisa dimasukkan ke dalam kocokan margarin lalu dicampur dengan telur yang sudah mengembang. Atau tepung masuk ke dalam telur. Setelah rata, baru dimasukkan kocokan mentega.
4. Chiffon Cake
Bahannya pun masih standar sesuai bahan cake pada umumnya. Tetapi prosedurnya agar unik. Kuning telur diaduk dengan bahan-bahan lainnya. Sementara si putih telur dikcok kaku bersama sedikit gula pasir. Baru kemudian keduanya digabungkan. Pembuatan kue ini tidak menggunakan margarin, tetapi minyak sayur.

Tinggalkan sebuah Komentar

Resep Serabi

Diadaptasi dari Resep Makanan Tradisional terbitan Dinas P & K 1999


Bahan bahan:

  • 300 gram tepung beras
  • 500 cc air santan dari 1 butir kelapa
  • 1 butir telur
  • Gula merah dan pandan untuk kinca

Cara membuat:
Telur dikocok hingga putih dan kuningnya tercampur rata, masukkan tepung beras sedikit demi sedikit.

Masukkan santan, aduk hingga rata.

Untuk mendapatkan serabi denagn tekstur bolong bolong, diamkan adonan kurang lebih 3 jam , masukkan dalam panggangan serabi yang terbuat dari tanah liat yang telah diolesi minyak tipis tipis. Lebih baik jika menggunakan arang sebagai bahan bakar.

Untuk pembuatan kinca, masukkan gula dan pandan dalam sedikit air yang telah mendidih, rebus gula dalam api kecil hingga cair (penutupan panci dapat menghemat energi pembakaran) tunggu hingga gula larut. Hasilnya adalah larutan coklat yang cukup kental dan berbau harum. Perhatikan betul betul, untuk gula merah curah, terkadang terdapat semut dan tawon mati, bersihkan. Kinca siap disajikan.

Tinggalkan sebuah Komentar