tentang makanan


Benda ini banyak ditemukan di resep masakan berkuah dengan kaldu yang banyak, resep sayuran, serta cemilan cemilan asin dan makanan kemasan. Padahal masakan tanpa tambahan glutamat juga bisa nikmat asalkan menggunakan bahan bahan yang baik, pengolahan yang betul serta teknik pemasakan yang baik. Glutamat alami terdapat pada sebagian besar bahan makanan seperti pada kentang, keju, kentang, tomat, kacang kacangan bahkan pada ASI. Glutamat alami cukup aman dikonsumsi karena tubuh kita telah dipersiapkan untuk itu.

Glutamat yang tersedia di pasaran adalah mononatrium glutamat yang dijual dalam bentuk serbuk dalam kemasan. Banyak yang berpendapat mononatrium glutamat itu tidak berbahaya seperti di:

http://www.ific.org/publications/brochures/msgbroch.cfm?renderforprint=1

http://www.ific.org/publications/reviews/msgir.cfm

Ada juga yang berpendapat kita harus berhati hati mengkonsumsi benda ini ( lihat di :

http://www.alive.com/115a1a2.php?text_page=1

Kita juga harus berhati hati membeli makanan dalam kemasan karena glutamat sering diubah namanya menjadi nama lain seperti (flavour enhancer, seasoning dll) ini berdasarkan penelitian dokter syaraf di Amerika (lihat :

http://www.happyhippie.com/cgi-bin/cgiwrap/hippie/forumdisplay.cgi?action=topics&forum=Vegetarian+Recipes&number=9 )

Mononatrium glutamat dapat menimbulkan alergi pada tubuh, mempermudah asma, merusak kerja syaraf dan otak. Kombinasi glutamat dan gula buatan adalah formula yang sangat berbahaya bagi anak. Glutamat diproses dalam waktu yang cukup lama dalam tubuh, jika jumlahnya terlalu banyak akan terjadi penumpukan. Penumpukan glutamat dalam tubuh ini yang dapat merusak kerja syaraf dan otak. Glutamat alami dapat diproses dalam jumlah yang cukup lama dan kadarnya cukup rendah sehingga tidak berbahaya, tapi mono natrium glutamat memiliki kadar glutamat yang tinggi dan sulit diproses sehingga penumpukkan sulit dihindari. Anak anak lebih rentan terhadap benda ini karena susunan tubuh dan syarafnya belum sempurna (masih dalam tahap pertumbuhan). Kombinasi glutamat (Biasanya terdapat pada makanan kemasan, fast food, dll) dan aspartame (banyak terdapat dalam minuman kemasan, softdrink dll) menjadi racun yang sangat berbahaya bagi anak.

Di zaman ini ternyata tidak mudah untuk mencari makanan olahan dan kemasan yang baik bagi tubuh. Padahal kita telah diperintahkan untuk hanya makan makanan yang baik dan halal. (QS: An Nahl 114). Makanan saji dan olahan memang cukup digemari oleh orang yang tidak memiliki waktu untuk memasak sendiri, tapi kita perlu berhati hati memilihnya. Buah segar dan kacang kacangan mungkin dapat menjadi alternatif sebagai snack atau makanan selingan jika tidak sempat memasak sendiri. Jika ada sedikit waktu luang untuk memasak pilihlah masakan sederhana yang mudah dan cepat .

Lebih baik lagi jika kita membentuk dapur umum yang terdiri dari orang orang yang memiliki tujuan yang sama yaitu memasak masakan yang baik dan halal. Seperti yang disarankan juga di:

http://www.alive.com/115a1a2.php?text_page=2

Satu lagi, disini terdapat peluang kita untuk berusaha mengenalkan dan membuat makanan yang baik lezat, terjangkau dan halal untuk masyarakat. Semoga dengan itu Allah memberikan rahmat kepada kita.

Awug beras denagn resep standard sebenarnya sudah cukup enak untuk disantap bersama keluarga, tapi untuk variasi, saya mencoba menambahkan beberapa bahan pada awug yang enak ini. Hasilnya, hmmmm awug dengan rasa coklatdan santan dicampur dengan gula merah…. rasanya hampir seperti butterscotch apalagi kalau ditambahkan butter dan meisjes…..

cuma bikin 3 loyang kecil eh jadi rebutan anak anak… ya udah, ibunya cuma icip icip aja dikit….cara bikinnya sama aja sama awug beras biasa, tapi adonan tepung berasnya ditambah coklat dan santan. Kalau suka ditiap lapisnya diberi gulamerah dan butter. Diberi topping meisjes. Jadi deh.

Alhamdulillah, akhirnya sepertinya saya sudah menemukan beberapa ilmu dibalik membuat awug beras. Beberapa kali memasak awug beras dengan hasil seperti ini:

  • Tepung berasnya kurang matang dan keras, apalagi ketika sudah dingin… hampir hampir tak bisa dimakan…
  • Berasnya terlalu mekar dan empuk, jadi rasa gurih di beras kurang, rasa awug tidak kenyal gurih dan lembut, tapi cenderung seperti bubur sum sum
  • Rasa gurih di beras hilang, jadi cuma terasa gula dan butir butir tepung saja.

Ternyata, dari kegagalan kegagalan itu, ada step by step yang harus dilalui yaitu:

  • Lebih baik membuat sendiri tepung beras dari beras yang masih baru, pulen dan harum. Ini sangat menentukan rasa dan aroma awug ketika sudah matang. Beras yang hendak digiling direndam air terlebih dahulu agar beras mudah hancur. Beras tidak perlu direndam terlalu lama (kurang lebih 3 jam cukup). Jika beras direndam terlalu lama ada rasa yang hilang dari beras tersebut (kata orang jawa jadi sepo).Dalam eksperimen, beras direndam lebih dari 12 jam sudah terasa hambar. Beras dapat digiling ke pasar atau menggunakan mincer yang ada di blender rumah.
  • Setelah menjadi tepung, tepung beras harus dikukus kurang lebih 30 menit (dapat dilakukan dalam keadaan tepung masih lembab, tapi lebih baik jika sudah kering). Setelah dikukus, tepung diangin angin agar kadar air menguap, dan didiamkan selama 1 hari. Tepung yang telah didiamkan 1 hari berubah menjadi tepung yang sangat lembut, ketika dikukus, tepung menjadi lunak sekali. (jangan pernah memakai tepung ini untuk bahan kue lain ya, dijamin, adonan akan menjado selembek bubur).
  • Setelah didiamkan selama 1 hari, tepung dicampur dengan air dan garam. Tidak ada takaran yang pasti karena kadar air yang dibutuhkan masing masing beras berbeda. Jadi disinilah dibutuhkan ‘perasaan’. Kalau air kurang, awug menjadi cepat kering dan keras. Kalau terlalu banyak, awug menjadi mekar, gimbal dan rasa gurih berkurang (hampir seperti bubur sumsum yang agak keras). Jadi tepung harus lembab, tapi tidak sampai menempel di tangan ketika diaduk. Untuk menambah empuk, boleh dicampur dengan sedikit kelapa parut. Jika kelapa terlalu banyak, hasil sama seperti kadar air yang over dosis. Tuang adonan tepung berselang seling dengan gula dan pandan. Kukus sampai adonan terasa matang (bisa juga menggunakan panci presto, lebih cepat). Sajikan hangat.

Saya cukup penasaran dengan tepung ini…. kok sepertinya sulit sekali membuat kue dengan tepung beras. Kalau dengan terigu, campur ini dan itu, jadilah kue bolu, roti, biskuit atau gorengan… kalaupun gagal, masih bisa dimakan…(paling agak liat sedikit). Nah tepung beras ini dia tidak bisa asal campur saja, dibutuhkan komposisi yang tepat dan handling yang betul agar kita dapat menikmati kue yang empuk, gurih, dari tepung beras atau kue renyah lain dari tepung beras. Kalau komposisi air dan tepung kurang tepat, dia akan menjadi keraass sekali atau lembek dan cair hingga lengket di cetakan…..

Berhubung banyak makanan enak terbuat dari tepung beras, maka mau tidak mau, nyemplung deh cari info tentang beras dan bereksperimen membuat beberapa kue tepung beras…. Ternyata:

  1. Beras yang disimpan terlalu lama akan berkurang rasa dan baunya, serta kadar airnya sehingga akan menghasilkan makanan yang keras dan tidak gurih. Karena itu gunakan selalu beras yang baru dipanen. Untuk tepung beras, lebih baik menggiling beras sendiri yang telah direndam dengan air sebentar (perendaman untuk mempermudah penggilingan pati beras agar hancur dalam butiran halus) lalu diayak dan dikeringkan. Hasilnya akan berbeda dengan menggunakan tepung beras dalam kemasan. Yang perlu diingat tepung ini sebaiknya langsung digunakan, penyimpanan terlalu lama akan mengurangi rasa dan mengundang jamur.
  2. Beras seperti apa yang dipilih untuk membuat kue? Secara umum beras dibedakan menjadi 2 jenis yaitu beras pera dan beras pulen. Beras pera membutuhkan air lebih sedikit ketika dimasak. Beras ini memiliki pertambahan volume yang cukup besar ketika dimasak (mekar), namun ketika dingin, agak keras. Untuk pembuatan bihundan putu mayang (yang perlu dibentuk dalam keadaan basah, dibutuhkan beras yang pera). Sementara beras pulen membutuhkan air lebih banyak, lebih kenyal dari beras pera, dan pertambahan volume tidak sebesar beras pera- sehingga lebih gurih. Beras pulen cocok untuk kue awug beras – kue sederhana yang mengandalkan rasa dari pati tepung beras dan gula.
    Untuk kue kue lain ( kue mangkok, cara bikang, kue pancong/ bandros, serabi dll.) sepertinya tidak terlalu bermasalah karena ada bahan tambahan lain seperti santan, tepung kanji, ragi, dll yang dipakai untuk memberi rasa sekaligus membuat kue menjadi lebih empuk.
  3. Tepung beras yang direndam dalam air atau dicampur dengan sejumlah air akan berubah sifatnya. Misalnya: pada cara bikang, kue cucur dan serabi, adonan yang didiamkan dalam waktu agak lama (kurang lebih 4-5 jam) akan menghasilkan kue dengan tekstur berlubang. Tekstur ini menyebabkan serabi atau cara bikang lebih empuk. Sementara kue awug beras dicampur dengan air sampai lembab lalu didamkan satu hari satu malam agar proses pematangan beras ketika dikukus menjadi lebih mudah dan kue lebih empuk.
  4. Pengaturan panas dan waktu memasak pada pembuatan kue beras yang langsung bertemu dengan api di bawah cetakan (misalnya kue serabi, kue pancong/ bandros, cara bikang, dll) dapat berpengaruh pada tampilan kue. Jika api terlalu kecil, kue akan lengket dan sulit diangkat dari cetakan, jika terlalu besar, kue menjadi setengah matang.

Ternyata ada yang menemukan bahwa kadar glutamat paling tinggi terdapat pada air susu ibu…hmmm itu sebabnya bayi bayi suka sekali minum susu..(sayang ASI tidak dapat dijadikan bumbu masak).. benda benda lain yang memiliki kadar glutamat cukup tinggi adalah daging dagingan (kadar glutamat daging ayam lebih tnggi dibandingkan daging sapi), ikan, susu, keju, bawang bawangan, kacang kacangan dan tomat (semakin matang, kadar glutamatnya semakin tinggi)…

Kalau kita menemukan leher ayam yang berlubang dan tidak mudah putus, kemungkinan besar ayam yang kita peroleh itu tdak disembelih. Ayam cuma ditusuk lehernya, dikeluarkan darahnya dan dibiarkan mati pelan pelan… (Waduh, cara seperti ini sungguh menyiksa si ayam ….). Entah adakah pengaruhnya ayam ayam stres ini pada bau dagingnya. (Untuk kambing, ada penyembelih kambing yang mengakui bahwa daging kambing yang disembelih dalam keadaan stres biasanya lebih berbau dari daging biasa).

Sayur dan buah

Cara terbaik mencuci sayur dan buah adalah dengan mengalirkan air pada tahap pencucian terakhir. Setelah ulat,telur ulat, tanah dan kotoran lain kita bersihkan, sebagai finishing touch ada baiknya kita alirkan air agar segala kotoran (mungkin juga pestisida yang larut dalam air) terbuang. (kalau buah duren gak usah digosok sampe bersih ya, langsung dialirkan air saja….:))

Ikan
Untuk ukuran ikan, udang serta binatang laut lainnya yang tidak lebih dari 2 ruas jari telunjuk, kita tidak perlu membersihkan kotoran di dalamnya karena termasuk najis yang dimaafkan… tapi untuk ikan dengan ukuran lebih besar dari itu kita
harus membersihkannya. pada ikan saluran pembuangan padat dan cair serta pengeluaran telur adalah sama. Jadi pastikan betul betul bagian ini sudah bersih. Kalau dalam ikan terdapat telur ikan,keluarkan dulu telur tersebut, cuci
secara terpisah, lalu dapat dimasukkan kembali ketika perut ikan sudah bersih.

Ayam
Bagian kloaka terletak dekat dengan pantat ayam( istlah di Jawa adalah Berutu, di Sunda Tunggir). Jika kita sayat sedikit bagian menonjol di pantat ini, kita akan menemukan 2 bulatan putih seperti lemak. Sebaiknya ini juga dibuang agar ayam tidak bau ketika dimasak dan bagian berutu yang menjadi favorit sebagian orang dapat dinikmati dengan aman.

Ada beberapa penjual telur yang sudah membersihkan telur telurnya ketika di peternakan, namun biasanya telur seperti ini adalah telur eksklusif dalam kemasan yang harganya jauh berbeda dengan telur ayam curah. Para peternak telur itu mencuci telur telurnya untuk alasan kesehatan… rupanya kulit telur memiliki lapisan terluar yang berguna untuk menghalangi segala debu dan kotoran dari luar masuk ke dalam. Diprediksikan pada lapisan ini seluruh kotoran menempel. Jadi sebagai finishing touch sebelum telur dibungkus, telur dicuci terlebih dahulu agar segala kotoran hilang. Yang membuat telur telur ini wajib dicuci terlebih dahulu karena saluran pengeluaran telur dan saluran pembuangan pada burung menjadi satu. Itulah sebabnya kotoran dan darah sering ditemukan pada telur telur curah.
Jadi untuk menjaga agar makanan kita tetap halal dan bersih, mari kita cuci telur telur kita sebelum digunakan. Pertama tama kita buang dulu kotoran kotoran yang terlihat (memakai sikat
atau spons, lalu kita cuci seluruh permukaan telur dengan menggosok gosok permukaan telur, terakhir kita alirkan air untuk memastikan seluruh kotoran hanyut dibawa air.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.