Arsip untuk resep

Kreasi Awug Beras Coklat

Awug beras denagn resep standard sebenarnya sudah cukup enak untuk disantap bersama keluarga, tapi untuk variasi, saya mencoba menambahkan beberapa bahan pada awug yang enak ini. Hasilnya, hmmmm awug dengan rasa coklatdan santan dicampur dengan gula merah…. rasanya hampir seperti butterscotch apalagi kalau ditambahkan butter dan meisjes…..

cuma bikin 3 loyang kecil eh jadi rebutan anak anak… ya udah, ibunya cuma icip icip aja dikit….cara bikinnya sama aja sama awug beras biasa, tapi adonan tepung berasnya ditambah coklat dan santan. Kalau suka ditiap lapisnya diberi gulamerah dan butter. Diberi topping meisjes. Jadi deh.

Tinggalkan sebuah Komentar

Review Resep Roti

Classic Dinner Rolls

Resep ini dari : http://www.taunton.com/finecooking

18 oz. (4 cups) all-purpose flour
1 package (2-1/4 tsp.) rapid-rise yeast
1/3 cup sugar
1 tsp. salt
1 cup milk
4 oz. (8 Tbs.) unsalted butter
3 large egg yolks

Komentar:

Resep dan cara membuat roti cukup lengkap, bahkan sampai suhu oven, lama pengadukan disebutkan. Lucunya, 3 kali praktek resep, hasilnya tidak sama. Memang ada perbedaan waktu memasak keduanya. Yang pertama, cukup bagus, adonan dapat dibentuk, hasilnya dinner roll bulat berwarna keemasan yang empuk.

Hasil kedua dinner roll tidak dapat dibentuk karena cair, adonan cenderung melebar ke samping. Yang ketiga, adonan sulit dibentuk, hasil melebar ke samping dan dinner roll agak keras. Lah bagaimana ini? kok kualitasnya terus menurun???

Berikut ini dugaan kenapa adonan sampai berbeda.

  • Telur yang dipakai pada adonan 1 lebih kecil dari yang ke 2 dan 3.
  • Cara mengocok adonan pertama, cukup dengan slow speed.
  • Adonan ke 2 terburu buru dibuat, akibatnya dikocok cepat cepat dengan high speed (karena harus pergi pagi pagi), dilanjutkan denagn pemanggangan oleh orang lain.
  • Adonan ke 3 menggunakan ragi basah yang baru dibeli (kekuatannya lebih dari ragi lama). Sepertinya encer sekali, tapi saya tidak berani menambahkan terigu karena ingin sesuai resep. Adonan ini dimasak di kompor minyak berhubung gas di Bandung sedang sudah didapat. Otomatis menggunakan api besar, sehingga suhu oven lebih panas dari biasanya….

Jadi penasaran tentang roti. Sebetulnya sudah menemukan formula yang pas dari resep lain (di buklet Nova zaman dulu)… tapi masih pengen ngutak atik lagi biar ketemu formula dan teknik pembuatan yang tepat biar roti yang dihasilkan enak, sehat dan baik…Btw kalau mau bikin roti, jangan lupa telurnya dicuci yaaa.

Tinggalkan sebuah Komentar

Brownies Kukus

Resep yang sudah dimodifikasi di dapur harmoni:

Bahan A:

  • 600 gram telur (kurang lebih 12 butir)
  • 400 gram gula pasir
  • 1 sdt garam

Bahan B:

  • 250 gram tepung terigu
  • 100 gram coklat bubuk

Bahan C:

  • 350 gram minyak hangat
  • 200 gram coklat blok dicairkan.

Cara membuat:

Kocok bahan A sampai mengembang, masukkan bahan B, aduk rata dengan spatulla. Masukkan bahan C, aduk rata. Adonan dibagi dua. Setengah bagian dimasukkan dalam loyang, dikukus selama 30 menit. Setelah itu sisa adonan dituang dan dikukus kembali sampai matang.

Tips:

  1. Jika ingin mendapatkan lapisan coklat di tengah, berikan parutan coklat blok diatas bagian pertama yang mulai mengeras, lalu masukkan adonan bagian kedua. Brownies kukus ini memiliki rasa coklat yang sangat dominan, sehingga sebaiknya gunakan coklat bubuk dan coklat blok berkualitas untuk mendapatkan hasil yang maksimal. (Coklat bubuk bensdorp memberi rasa coklat yang kuat dan dark sementara coklat bubuk van houten memberi rasa coklat yang lebih mild. Coklat blok Collata memberi rasa coklat yang tajam, sementara coklat Tulip lebih lembut, jadi tergantung selera anda)
  2. Agar warna coklat tidak buram, jaga jangan sampai air masuk dalam coklat yang sedang ditim.
  3. Jangan lupa gunakan lapisan kain pada tutup kukusan agar air tidak menetes pada kue.
  4. Untuk mendapatkan brownies yang lembut dan lembab, gunakan api kecil, jangan biarkan kue terlalu lama dikukus karena akan menjadi keras. Ketika kue sudah matang, segera keluarkan kue agar tidak berair.

Komentar (2)

Bolu Ketan Hitam

ketanitem.jpg

  • 250 gram tepung ketan hitam
  • 175 gram gula pasir
  • 75 s/d 100 cc minyak goreng (lebih banyak minyak, lebih moist)
  • 1 sdt garam
  • 6 butir telur

Cara membuat:

Telur dan gula dikocok sampai mengembang. Masukkan garam dan minyak goreng sedikit demi sedikit. Masukkan tepung ketan hitam, aduk rata, masukkan dalam loyang, lalu dipanggang sampai matang.

Tips tips:

Aturan standard yang perlu dipakai adalah: gunakan bahan yang berkualitas baik dan fresh. Beras ketan hitam yang enak terlihat dari warna yang hitam mengkilat, baunya harum- hampir seperti bau pandan (kalu di Bandung, namanya beras ketan dari Ciparay, insya Allah, enak)…hmmm Langsung giling beras menjadi tepung di pasar, biasanya abang tukang beras sudah tau di mana tempat penggilingan terdekat, kalau tidak, giling saja di rumah pake gilingan kopi (mincer).. Sampai di rumah, jangan lupa tepung tersebut di ayak sampai betul betul tak ada butiran kasar.. kalau ada, hasil kue tidak bisa halus karena butir butir ini tetap keras sampai kue mateng (apalagi kalau di oven, hasilnya jadi crunchy bolu ketan hitam).
Habis itu cara mengocok telur, mencampur tepung, sama seperti membuat bolu biasa. Terakhir silahkan pilih mau dipanggang atau dikukus. Dikukus lebih lembut, legit, tapi bau telurnya sangat terasa- (mungkin bisa dinetralkan dengan daun jeruk? entah, ini cuma ide saja). Kalau dipanggang, luarnya kering, kriuk, dalamnya empuk…. nyam nyam.

Jangan lupa, oven atau kukusan sudah nangkring di kompor ketika adonan sudah masuk dalam loyang, jadi adonan gak akan kempes. Terus tunggu deh sampe gosong, eh mateng…. Gak pasti berapa menit karena oven tangkring dan kompor kita gak ada yang sama… (makanya, kenalan dulu sama oven dan kompor… kalu sempet boleh juga bikin percobaan, berapa lama, api sebesar apa dan posisi kue ada dimana).
Boleh kok adonannya diintip intip. Untuk yang di oven, bagian atas akan terbentuk lapisan tipis yang renyah, kalo masih mentah, begitu ditekan sedikit, (tekan sedikit saja, kalau full power, ntar kuenya tenggelam dan bantat :) )ada bunyi bunyi dibalik lapisan tersebut -berarti adonan masih basah. Boleh juga ditusuk pake tusuk sate-(jangan banyak banyak ya, nanti bolong :) ).

Kalau sudah mateng, boleh langsung dimakan, atau ditambah topping. Biasanya kalau bahannya bagus, dimakan begitu saja sudah enak… tapi ada beberapa koki yang mencoba menambahkan topping seperti:

Tinggalkan sebuah Komentar