Arsip untuk Mei, 2008

Membuat Roti

Roti yang lembut dan lembab, gurih serta tanpa bahan bahan aditif. Itu roti yang ingin dibuat

di Dapur Harmoni. Di Internet ada banyak pilihan resep dan tips cara membuat roti di antaranya:

http://www.aaoobfoods.com

http://www.thatsmyhome.com/

http://www.exploratorium.edu/cooking/bread/index.html

Tapi rupanya roti buatan orang barat berbeda dengan selera di Indonesia (tepatnya di Dapur Harmoni). Misalnya roti prancis atau baguette adalah roti yang padat dan kering, jika tidak disimpan dalam tempat khusus beberapa jam kemudian dapat mengeras. (Maklum, bahanya sederhana, cukup dengan ragi air teri gu garam disertai teknik pembuatan dan waktu pembuatan yang khusus, taraa, jadilah si roti Prancis itu).

Roti Prancis di foto ini dibuat berdasar resep Julia Child. Salah satu resep roti prancis:

http://iliketocook.blogspot.com/

Hasilnya kalau menurut sang koki, lumayan, rotinya gurih, kulitnya kering. Enak dimakan denagn selai dan mentega. Tapi jika didiamkan selama beberapa jam tanpa dibungkus atau disimpan di tempat roti, , jadi keras dan liat.

Ada juga Classic Dinner Roll.

Hasilnya, cukup lembut tapi kurang lembab.

Ada juga roti bluder, ini resep roti ini dari Indonesia. Adonannya cair dan tidak bisa dibentuk. Memang aslinya adonan ini dituang dalam cetakan, baru dipanggang. Ini hasilnya:

Lembut dan manis.

Tapi rupanya tetap resep yang disuka adalah resep dari buklet Nova zaman dahulu yaitu roti isi ayam. Isi bisa divariasi. Dibuat dengan isi abon juga enak. Ini variasinya, dibuat menjadi roti mentega manis

Alhamdulillah. Tak usah pakai bahan aditif, bisa juga enak. Roti memang tergantung dari pemilihan bahan dan teknik pembuatan. Ini menyusul yaa…

Tinggalkan sebuah Komentar

Kecemasan Seorang Koki

Versi 1
Ketika saya sedang sibuk bersiap siap masak di sore hari (maksudnya biar makan malam disajikan fresh dan hangat) tiba tiba saya mendapat telepon dari kawan yang mengundang saya di acara pengajian malam nanti. Karena rumah saya jauh dari lokasi pengajian, saya memutuskan untuk bersiap siap berangkat pada saat itu juga. Anak anak sudah mandi jadi tinggal menyiapkan perbekalan untuk bepergian saja seperti baju hangat, jas hujan, makanan dan minuman, popok, selimut dll. Ketika itu saya sedang memasak nasi menggunakan panci presto.. ketika panci berbunyi, api kompor saya kecilkan, kemudian 5 menit setelah itu kompor harus dimatikan agar nasi tidak gosong.

Kami berempat langsung bersiap siap dan bergegas keluar dari rumah mengejar angkot jurusan Cimahi Ledeng karena hari sudah sore. Alhamdulillah, ada angkot kosong. Tapi tiba tiba di tengah jalan timbul rasa ragu dalam hati saya, “tunggu dulu, apakah kompor panci presto sudah saya matikan atau belum ya????”………..

Kalau saya turun dan pulang, kemungkinan besar saya tidak dapat hadir di acara pengajian karena membutuhkan waktu pulang mematikan kompor, shalat maghrib dulu di rumah, dll jadi kurang lebih jam 18. 30 baru berangkat kalau tidak ada halangan lainnya sementara angkot terakhir berangkat jam 19.00. Lagi pula rasanya kompor itu sudah saya matikan, jadi buang buang waktu sekali kalau saya pulang ternyata di rumah kompor sudah mati… belum lagi membawa anak anak pulang pergi dari angkot rumah dan angkot memakan waktu yang lama (rumah saya terletak agak jauh dari angkot dengan tanjakan yang cukup terjal)….
Tapi betulkan sudah mati? atau belum?

Ya Tuhaaan, tolong pilihkan saya keputusan yang terbaik… Ya Guru, tolong saya berikan saya pilihan dan keyakinan karena keragu raguan itu adalah salah satu godaan syetan. demikian saya berbisik dalam angkot yang lumayan sepi. Ketika itu anak anak duduk diam dan tenang…..

Sebelum datang ketenangan dalam diri saya rupanya hati saya berbisik…. kamu cemas dengan sesuatu yang tidak dapat kamu lihat dan kamu pastikan yaitu api kompor di rumah… apakah kamu pernah cemas dengan sesuatu yang tidak dapat kamu pastikan juga yaitu kehidupan kamu di akhirat nanti?? akankah kamu selamat atau kamu masuk dalam tempat yang panasnya lebih dari berjuta juta panas api kompor yang kamu cemaskan itu?….

Ya Allah, maafkan aku, maafkan aku maafkan aku…..ampunkan aku ampunkan aku, Guruku, taubatkan aku doakan aku ampukan akuu…..

Sepanjang jalan dalam angkot aku berdoa mohon belas kasihannya karena kelalaianku yang tidak pernah mengingat kehidupan akhirat.

Versi 2


Gas di rumah habis sehingga koki rumah memasak dengan kompor minyak.. walaupun jarang sekali memasak dengan kompor minyak, ternyata hari hari berlalu juga seperti biasa, Alhamdulillah, tentunya dengan bantuan bantuan dari pembantu dan anak anak yang cukup tenang dengan perubahan ini.

Suatu hari ketika anak anak sedang bermain sendiri, saya ingin menumis sayuran di kompor minyak…. kompor itu saya letakkan di luar rumah… ketika itu angin bertiup sangat kencang sehingga tiba tiba api kompor naik dan sempat mengenai jari saya walau cuma sebentar…….

Tentu saja terasa panas…. Ya Allah jika api seperti ini sudah terasa panas, bagaimana dengan api di akhirat nanti??? aku tak akan mampu, tak akan mampu masuk ke dalamnya….

Lalu teringat kembali doa yang diajarkan guruku tentang taubat nasuha….. Tuhanku aku tidak layak masuk dalam firdausmu (kurang lebih rasanya seperti orang kampung, kotor berdebu lusuh, ingin masuk ke tempat raja yang indah dan gemerlapan) tetapi aku pula tidak sanggup menanggung siksa neraka Mu…. (sama api kompor saja kalah… apalagi api di sana…) oleh itu Ya Allah terimalah taubatku, ampunkanlah dosa dosa ku, sesunggguhnya Engkaulah Pengampun dosa dosa besar…..

Tinggalkan sebuah Komentar

Tips Membuat Risol

Perlu punya pan datar. Gak usah teflon gak pa pa. Asal dia berbentuk bulat, datar, lebih bagus lagi kalau dasarnya tebal sehingga panci tidak cepat gosong (panas api relatif stabil dengan panci berpantat tebal. )

Resep kulit, fleksibel, terdiri dari bahan utama telur, air, terigu dan garam. Bahan siap di tuang dalam pan kalau sudah rata diaduk, kekentalannya pas (kalau adonan ditumpahkan denagn sendok ia akan mengalir pelan pelan). Kalau belum bisa merasakan pasnya adonan, sialhkan tuang sedikit dalam pan dan lihat hasilnya. Kalau keras dan tebal, tambahkan air, kalau retak retak, tambahkan terigu. (Kalau belum bisa juga cari aja resep risol di web, banyuak kok).

Panas api sangat berpengaruh. Kalau terlalu panas, adonan terlalu cepat menempel di pan, sulit di miringkan sehingga hasil menjadi tebal. Jadi usahakan suhu pantat panci stabil. Kalau terlalu panas, kecilkan kompor, siram pantat pandi dengan air (jangan sampe kena ke atas panci ya..) atau semprot air ke dasar panci untuk mengurangi panas.

Adonan isi bervariasi, dari abon, daging ayam, sayur dan kentang, daging cincang, ragout, kalau suka manis dapat juga memakai isi vla.

Kalau mau kulit yang tebal dan crunchy, kulit dicelupkan dalam air dan tepung maizena atau tepung kanji, lalu di guling ke tepung roti, ulangi 2 kali. Kalau suka telur, boleh juga diguling menggunakan telur.

Komentar (1)

Review Resep Roti

Classic Dinner Rolls

Resep ini dari : http://www.taunton.com/finecooking

18 oz. (4 cups) all-purpose flour
1 package (2-1/4 tsp.) rapid-rise yeast
1/3 cup sugar
1 tsp. salt
1 cup milk
4 oz. (8 Tbs.) unsalted butter
3 large egg yolks

Komentar:

Resep dan cara membuat roti cukup lengkap, bahkan sampai suhu oven, lama pengadukan disebutkan. Lucunya, 3 kali praktek resep, hasilnya tidak sama. Memang ada perbedaan waktu memasak keduanya. Yang pertama, cukup bagus, adonan dapat dibentuk, hasilnya dinner roll bulat berwarna keemasan yang empuk.

Hasil kedua dinner roll tidak dapat dibentuk karena cair, adonan cenderung melebar ke samping. Yang ketiga, adonan sulit dibentuk, hasil melebar ke samping dan dinner roll agak keras. Lah bagaimana ini? kok kualitasnya terus menurun???

Berikut ini dugaan kenapa adonan sampai berbeda.

  • Telur yang dipakai pada adonan 1 lebih kecil dari yang ke 2 dan 3.
  • Cara mengocok adonan pertama, cukup dengan slow speed.
  • Adonan ke 2 terburu buru dibuat, akibatnya dikocok cepat cepat dengan high speed (karena harus pergi pagi pagi), dilanjutkan denagn pemanggangan oleh orang lain.
  • Adonan ke 3 menggunakan ragi basah yang baru dibeli (kekuatannya lebih dari ragi lama). Sepertinya encer sekali, tapi saya tidak berani menambahkan terigu karena ingin sesuai resep. Adonan ini dimasak di kompor minyak berhubung gas di Bandung sedang sudah didapat. Otomatis menggunakan api besar, sehingga suhu oven lebih panas dari biasanya….

Jadi penasaran tentang roti. Sebetulnya sudah menemukan formula yang pas dari resep lain (di buklet Nova zaman dulu)… tapi masih pengen ngutak atik lagi biar ketemu formula dan teknik pembuatan yang tepat biar roti yang dihasilkan enak, sehat dan baik…Btw kalau mau bikin roti, jangan lupa telurnya dicuci yaaa.

Tinggalkan sebuah Komentar

Membuat bolu untuk pemula

Jangan takut untuk bikin bolu, gak sulit kok.Asal ada niat (jangan lupa, segala sesuatu berawal dari niat) ada ilmu dan ada sabar, Insya Allah, jadi.
Gak usah minder dan gak PD karena gak pake bahan pengembang dan pengempuk. Tuhan telah jadikan bahan bahan di alam ini bahan yang baik dan enak.
Jadi gimana caranya dong???
Panduan membuat bolu:

1. Pilih bahan yang berkualitas seperti:

  • Telur baru yang sudah dicuci dan dikeringkan serta memiliki temperatur sama dengan ruangan.
  • Gula pasir- lebih baik lagi kalau sudah diblender jadi mudah larut ketika dikocok
  • Tepung terigu protein rendah- kalau protein tinggi, nanti gak jadi bolu, jadinya roti. Kalau beli terigu curah, sebaiknya diayak dulu.
  • Bahan bahan pelengkap lain sesuai resep. Misalnya:
  • Butter – pilih yang buatan lokal dan halal, Insya Allah lebih fresh dan halal
  • Kismis dan buah kering- kismis kiloan banak yang bagus, pilih yang besar besar
  • Coklat bubuk dan coklat blok, jangan main main dengan benda ini, kalau salah pilih: ada butiran kasar di coklat bubuk, coklat bubuk tidak memiliki aroma coklat, cenderung bau apek, kalau salah pilih coklat blok (biasanya kadar lemak tambahannya lebih besar dari coklatnya sendiri) rasa dan tekstur kue berubah, mungkin jadi dodol bukan kue bolu.
  • dll

2. Siapkan bahan bahan dan alat alat

  • Siapkan semua bahan sesuai dengan takaran yang ada dalam resep.
  • Siapkan juga bahan bahan yang harus diproses lebih dahulu, misalnya coklat leleh sudah dilelehkan, jangan terburu buru… , kacang sudah dipanggang, kismis sudah direndam, butter sudah dilelehkan, dll.

3. Siapkan peralatan perang seperti:

  • Mixer, baskom, Spatula dan Ayakan
    Pastikan alat alat diatas sudah bersih dan kering. Mixer dan baskom harus betul betul bersih (bebas dari minyak dan lemak- kalau perlu dicuci menggunakan air hangat, cuka atau jeruk nipis serta sabun cuci).
  • Loyang
    Loyang sudah diolesi minyak dan ditaburi terigu sampai rata tapi tetap tipis khususnya pada bagian dasar. Biar gak sulit, pilih loyang yang tidak banyak lekuknya, atau malah loyang bongkar pasang. Kalau adonan mengandung banyak gula atau cair, biasanya mudah lengket. Untuk kasus ini lebih baik menggunakan kertas roti yang telah diolesi minyak.
  • Oven atau kukusan
    kenalan dulu sama ovennya ya, biar tahu posisi tepat untuk memanggang, juga lama memanggang.

Bersambung dulu yaaa.

Tinggalkan sebuah Komentar

All (I think almost) about cake

Ada yang dari pengalaman pribadi, ada juga yang diambil dari: http://www.dianasdesserts.com/ ada juga dari buku aneka roti dan kue dan tips rahasia cake anti gagal.
Jenis Jenis Cake
1. Sponge Type Cake
Bahannya terdiri dari telur, gula, dan tepung, atau ditambah margarin yang dicairkan. Prosedur pembuatannya, telur dikocok bersama gula sampai mengembang. Setelah itu tepung terigu diaduk bersama adonan, baru kemudian ditambahkan margarin cair. Pada resep ini penggunaan margarin tidak sebanyak butter type cake.
2. Butter Type Cake
Bahannya kurang lebih sama dengan sponge cake, tetapi cara pembuatannya berbeda. Mentega dikocok bersama gula sampai gula hancur lalu ditambahkan 50 persen telur yang digunakan. Masuknya telur harus satu dulu. Setelah rata, baru tambahkan telur yang lain. Begitu seterusnya. Sisa telur bisa dimasukkan bergantian tepung terigu. Pengocokan tidak boleh dilakukan terlalu lama agar tepung tidak elastis (mengaret) seperti roti dan cake tidak banyak remahnya.
3. Kombinasi antara Sponge Cake dan Butter Type Cake
Margarin dikocok hingga gula hancur, tetapi tidak dikocok bersama telur. Telur dikocok lagi bersama sebagian gula secara terpisah. Tepung kemudian bisa dimasukkan ke dalam kocokan margarin lalu dicampur dengan telur yang sudah mengembang. Atau tepung masuk ke dalam telur. Setelah rata, baru dimasukkan kocokan mentega.
4. Chiffon Cake
Bahannya pun masih standar sesuai bahan cake pada umumnya. Tetapi prosedurnya agar unik. Kuning telur diaduk dengan bahan-bahan lainnya. Sementara si putih telur dikcok kaku bersama sedikit gula pasir. Baru kemudian keduanya digabungkan. Pembuatan kue ini tidak menggunakan margarin, tetapi minyak sayur.

Tinggalkan sebuah Komentar

Akhirnya, bisa juga memasak awug beras

Alhamdulillah, akhirnya sepertinya saya sudah menemukan beberapa ilmu dibalik membuat awug beras. Beberapa kali memasak awug beras dengan hasil seperti ini:

  • Tepung berasnya kurang matang dan keras, apalagi ketika sudah dingin… hampir hampir tak bisa dimakan…
  • Berasnya terlalu mekar dan empuk, jadi rasa gurih di beras kurang, rasa awug tidak kenyal gurih dan lembut, tapi cenderung seperti bubur sum sum
  • Rasa gurih di beras hilang, jadi cuma terasa gula dan butir butir tepung saja.

Ternyata, dari kegagalan kegagalan itu, ada step by step yang harus dilalui yaitu:

  • Lebih baik membuat sendiri tepung beras dari beras yang masih baru, pulen dan harum. Ini sangat menentukan rasa dan aroma awug ketika sudah matang. Beras yang hendak digiling direndam air terlebih dahulu agar beras mudah hancur. Beras tidak perlu direndam terlalu lama (kurang lebih 3 jam cukup). Jika beras direndam terlalu lama ada rasa yang hilang dari beras tersebut (kata orang jawa jadi sepo).Dalam eksperimen, beras direndam lebih dari 12 jam sudah terasa hambar. Beras dapat digiling ke pasar atau menggunakan mincer yang ada di blender rumah.
  • Setelah menjadi tepung, tepung beras harus dikukus kurang lebih 30 menit (dapat dilakukan dalam keadaan tepung masih lembab, tapi lebih baik jika sudah kering). Setelah dikukus, tepung diangin angin agar kadar air menguap, dan didiamkan selama 1 hari. Tepung yang telah didiamkan 1 hari berubah menjadi tepung yang sangat lembut, ketika dikukus, tepung menjadi lunak sekali. (jangan pernah memakai tepung ini untuk bahan kue lain ya, dijamin, adonan akan menjado selembek bubur).
  • Setelah didiamkan selama 1 hari, tepung dicampur dengan air dan garam. Tidak ada takaran yang pasti karena kadar air yang dibutuhkan masing masing beras berbeda. Jadi disinilah dibutuhkan ‘perasaan’. Kalau air kurang, awug menjadi cepat kering dan keras. Kalau terlalu banyak, awug menjadi mekar, gimbal dan rasa gurih berkurang (hampir seperti bubur sumsum yang agak keras). Jadi tepung harus lembab, tapi tidak sampai menempel di tangan ketika diaduk. Untuk menambah empuk, boleh dicampur dengan sedikit kelapa parut. Jika kelapa terlalu banyak, hasil sama seperti kadar air yang over dosis. Tuang adonan tepung berselang seling dengan gula dan pandan. Kukus sampai adonan terasa matang (bisa juga menggunakan panci presto, lebih cepat). Sajikan hangat.

Tinggalkan sebuah Komentar