Arsip untuk April, 2008

Tips Tambahan Membuat Brownies Kukus

Sekedar berbagi pengalaman membuat brownies kukus yang lembut, beraroma coklat, dan lembab. Gak perlu menggunakan emulsifier sudah bisa kembang kok (hati hati, benda ini kurang baik untuk tubuh kita).

  1. Takaran harus betul. Berhubung belum jadi pakar memasak yang punya feeling so good terhadap bahan bahan, mau tidak mau kita menggunakan ’senjata’ timbangan dan gelas ukur.
  2. Cara mengocok harus betul
  3. Pastikan wadah kocokan bersih dan kering. Lebih bagus menggunakan wadah dari logam (wadah plastik yang berminyak dapat menghambat telur menjadi berbusa, jadi waktu pengocokan lebih lama). Kocok awal memakai low speed, ketika mulai berbusa banyak, tingkatkan ke medium, lalu high. Cara ini menghasilkan adonan yang lembut. Setelah adonan meninggalkan jejak, atau lambat turun ketika diambil dengan sendok, berarti adonan siap dicampur.
  4. membuat tim coklat harus betul
    Sebaiknya coklat di tim bersamaan dengan pengocokan telur, sehingga ketika telur naik, coklat sudah tidak terlalu panas. Gunakan api kecil dan double boiler agar tidak ada air di bawah yang naik ke atas coklat (biar coklat tidak berubah warna). Pastikan coklat sudah hangat ketika masuk dalam adonan( kalau masih panas, brokus akan bergelombang). Biar tidak beku, tinggalkan coklat dalam panci tim dan air kukusan( biar suhu stabil karena air hangat)
  5. Campurkan coklat yang sudah dicampur minyak goreng ke dalam adonan (speed tinggi)aduk rata.
  6. Campurkan terigu dan coklat yang sudah diayak menggunakan spatula- kalo pake mikser, bolu menjadi berserat kasar, karena gluten dari terigu mulai terbentuk (yang untuk bikin roti itu lho)
  7. Masukkan dalam panci kukusan yang airnya sudah mendidih
  8. Kukus selama kurang lebih 30 menit dengan api sedang (api besar menyebabkan brownis kasar dan kering)
  9. Jangan lupa tutup kukusan agar tak ada air menetes dalam kue.

  10. Ketika sudah matang, langsung angkat dari kukusan agar kue tidak berair.
    Hasilnya:


Komentar (1)

Rahasia Si Tepung Beras

Saya cukup penasaran dengan tepung ini…. kok sepertinya sulit sekali membuat kue dengan tepung beras. Kalau dengan terigu, campur ini dan itu, jadilah kue bolu, roti, biskuit atau gorengan… kalaupun gagal, masih bisa dimakan…(paling agak liat sedikit). Nah tepung beras ini dia tidak bisa asal campur saja, dibutuhkan komposisi yang tepat dan handling yang betul agar kita dapat menikmati kue yang empuk, gurih, dari tepung beras atau kue renyah lain dari tepung beras. Kalau komposisi air dan tepung kurang tepat, dia akan menjadi keraass sekali atau lembek dan cair hingga lengket di cetakan…..

Berhubung banyak makanan enak terbuat dari tepung beras, maka mau tidak mau, nyemplung deh cari info tentang beras dan bereksperimen membuat beberapa kue tepung beras…. Ternyata:

  1. Beras yang disimpan terlalu lama akan berkurang rasa dan baunya, serta kadar airnya sehingga akan menghasilkan makanan yang keras dan tidak gurih. Karena itu gunakan selalu beras yang baru dipanen. Untuk tepung beras, lebih baik menggiling beras sendiri yang telah direndam dengan air sebentar (perendaman untuk mempermudah penggilingan pati beras agar hancur dalam butiran halus) lalu diayak dan dikeringkan. Hasilnya akan berbeda dengan menggunakan tepung beras dalam kemasan. Yang perlu diingat tepung ini sebaiknya langsung digunakan, penyimpanan terlalu lama akan mengurangi rasa dan mengundang jamur.
  2. Beras seperti apa yang dipilih untuk membuat kue? Secara umum beras dibedakan menjadi 2 jenis yaitu beras pera dan beras pulen. Beras pera membutuhkan air lebih sedikit ketika dimasak. Beras ini memiliki pertambahan volume yang cukup besar ketika dimasak (mekar), namun ketika dingin, agak keras. Untuk pembuatan bihundan putu mayang (yang perlu dibentuk dalam keadaan basah, dibutuhkan beras yang pera). Sementara beras pulen membutuhkan air lebih banyak, lebih kenyal dari beras pera, dan pertambahan volume tidak sebesar beras pera- sehingga lebih gurih. Beras pulen cocok untuk kue awug beras – kue sederhana yang mengandalkan rasa dari pati tepung beras dan gula.
    Untuk kue kue lain ( kue mangkok, cara bikang, kue pancong/ bandros, serabi dll.) sepertinya tidak terlalu bermasalah karena ada bahan tambahan lain seperti santan, tepung kanji, ragi, dll yang dipakai untuk memberi rasa sekaligus membuat kue menjadi lebih empuk.
  3. Tepung beras yang direndam dalam air atau dicampur dengan sejumlah air akan berubah sifatnya. Misalnya: pada cara bikang, kue cucur dan serabi, adonan yang didiamkan dalam waktu agak lama (kurang lebih 4-5 jam) akan menghasilkan kue dengan tekstur berlubang. Tekstur ini menyebabkan serabi atau cara bikang lebih empuk. Sementara kue awug beras dicampur dengan air sampai lembab lalu didamkan satu hari satu malam agar proses pematangan beras ketika dikukus menjadi lebih mudah dan kue lebih empuk.
  4. Pengaturan panas dan waktu memasak pada pembuatan kue beras yang langsung bertemu dengan api di bawah cetakan (misalnya kue serabi, kue pancong/ bandros, cara bikang, dll) dapat berpengaruh pada tampilan kue. Jika api terlalu kecil, kue akan lengket dan sulit diangkat dari cetakan, jika terlalu besar, kue menjadi setengah matang.

Komentar (1)

Resep Serabi

Diadaptasi dari Resep Makanan Tradisional terbitan Dinas P & K 1999


Bahan bahan:

  • 300 gram tepung beras
  • 500 cc air santan dari 1 butir kelapa
  • 1 butir telur
  • Gula merah dan pandan untuk kinca

Cara membuat:
Telur dikocok hingga putih dan kuningnya tercampur rata, masukkan tepung beras sedikit demi sedikit.

Masukkan santan, aduk hingga rata.

Untuk mendapatkan serabi denagn tekstur bolong bolong, diamkan adonan kurang lebih 3 jam , masukkan dalam panggangan serabi yang terbuat dari tanah liat yang telah diolesi minyak tipis tipis. Lebih baik jika menggunakan arang sebagai bahan bakar.

Untuk pembuatan kinca, masukkan gula dan pandan dalam sedikit air yang telah mendidih, rebus gula dalam api kecil hingga cair (penutupan panci dapat menghemat energi pembakaran) tunggu hingga gula larut. Hasilnya adalah larutan coklat yang cukup kental dan berbau harum. Perhatikan betul betul, untuk gula merah curah, terkadang terdapat semut dan tawon mati, bersihkan. Kinca siap disajikan.

Tinggalkan sebuah Komentar

Brownies Kukus

Resep yang sudah dimodifikasi di dapur harmoni:

Bahan A:

  • 600 gram telur (kurang lebih 12 butir)
  • 400 gram gula pasir
  • 1 sdt garam

Bahan B:

  • 250 gram tepung terigu
  • 100 gram coklat bubuk

Bahan C:

  • 350 gram minyak hangat
  • 200 gram coklat blok dicairkan.

Cara membuat:

Kocok bahan A sampai mengembang, masukkan bahan B, aduk rata dengan spatulla. Masukkan bahan C, aduk rata. Adonan dibagi dua. Setengah bagian dimasukkan dalam loyang, dikukus selama 30 menit. Setelah itu sisa adonan dituang dan dikukus kembali sampai matang.

Tips:

  1. Jika ingin mendapatkan lapisan coklat di tengah, berikan parutan coklat blok diatas bagian pertama yang mulai mengeras, lalu masukkan adonan bagian kedua. Brownies kukus ini memiliki rasa coklat yang sangat dominan, sehingga sebaiknya gunakan coklat bubuk dan coklat blok berkualitas untuk mendapatkan hasil yang maksimal. (Coklat bubuk bensdorp memberi rasa coklat yang kuat dan dark sementara coklat bubuk van houten memberi rasa coklat yang lebih mild. Coklat blok Collata memberi rasa coklat yang tajam, sementara coklat Tulip lebih lembut, jadi tergantung selera anda)
  2. Agar warna coklat tidak buram, jaga jangan sampai air masuk dalam coklat yang sedang ditim.
  3. Jangan lupa gunakan lapisan kain pada tutup kukusan agar air tidak menetes pada kue.
  4. Untuk mendapatkan brownies yang lembut dan lembab, gunakan api kecil, jangan biarkan kue terlalu lama dikukus karena akan menjadi keras. Ketika kue sudah matang, segera keluarkan kue agar tidak berair.

Komentar (2)

Bolu Ketan Hitam

ketanitem.jpg

  • 250 gram tepung ketan hitam
  • 175 gram gula pasir
  • 75 s/d 100 cc minyak goreng (lebih banyak minyak, lebih moist)
  • 1 sdt garam
  • 6 butir telur

Cara membuat:

Telur dan gula dikocok sampai mengembang. Masukkan garam dan minyak goreng sedikit demi sedikit. Masukkan tepung ketan hitam, aduk rata, masukkan dalam loyang, lalu dipanggang sampai matang.

Tips tips:

Aturan standard yang perlu dipakai adalah: gunakan bahan yang berkualitas baik dan fresh. Beras ketan hitam yang enak terlihat dari warna yang hitam mengkilat, baunya harum- hampir seperti bau pandan (kalu di Bandung, namanya beras ketan dari Ciparay, insya Allah, enak)…hmmm Langsung giling beras menjadi tepung di pasar, biasanya abang tukang beras sudah tau di mana tempat penggilingan terdekat, kalau tidak, giling saja di rumah pake gilingan kopi (mincer).. Sampai di rumah, jangan lupa tepung tersebut di ayak sampai betul betul tak ada butiran kasar.. kalau ada, hasil kue tidak bisa halus karena butir butir ini tetap keras sampai kue mateng (apalagi kalau di oven, hasilnya jadi crunchy bolu ketan hitam).
Habis itu cara mengocok telur, mencampur tepung, sama seperti membuat bolu biasa. Terakhir silahkan pilih mau dipanggang atau dikukus. Dikukus lebih lembut, legit, tapi bau telurnya sangat terasa- (mungkin bisa dinetralkan dengan daun jeruk? entah, ini cuma ide saja). Kalau dipanggang, luarnya kering, kriuk, dalamnya empuk…. nyam nyam.

Jangan lupa, oven atau kukusan sudah nangkring di kompor ketika adonan sudah masuk dalam loyang, jadi adonan gak akan kempes. Terus tunggu deh sampe gosong, eh mateng…. Gak pasti berapa menit karena oven tangkring dan kompor kita gak ada yang sama… (makanya, kenalan dulu sama oven dan kompor… kalu sempet boleh juga bikin percobaan, berapa lama, api sebesar apa dan posisi kue ada dimana).
Boleh kok adonannya diintip intip. Untuk yang di oven, bagian atas akan terbentuk lapisan tipis yang renyah, kalo masih mentah, begitu ditekan sedikit, (tekan sedikit saja, kalau full power, ntar kuenya tenggelam dan bantat :) )ada bunyi bunyi dibalik lapisan tersebut -berarti adonan masih basah. Boleh juga ditusuk pake tusuk sate-(jangan banyak banyak ya, nanti bolong :) ).

Kalau sudah mateng, boleh langsung dimakan, atau ditambah topping. Biasanya kalau bahannya bagus, dimakan begitu saja sudah enak… tapi ada beberapa koki yang mencoba menambahkan topping seperti:

Tinggalkan sebuah Komentar

Kenapa Bayi Suka Minum ASI

Ternyata ada yang menemukan bahwa kadar glutamat paling tinggi terdapat pada air susu ibu…hmmm itu sebabnya bayi bayi suka sekali minum susu..(sayang ASI tidak dapat dijadikan bumbu masak).. benda benda lain yang memiliki kadar glutamat cukup tinggi adalah daging dagingan (kadar glutamat daging ayam lebih tnggi dibandingkan daging sapi), ikan, susu, keju, bawang bawangan, kacang kacangan dan tomat (semakin matang, kadar glutamatnya semakin tinggi)…

Tinggalkan sebuah Komentar

Ayamnya disembelih nggak???

Kalau kita menemukan leher ayam yang berlubang dan tidak mudah putus, kemungkinan besar ayam yang kita peroleh itu tdak disembelih. Ayam cuma ditusuk lehernya, dikeluarkan darahnya dan dibiarkan mati pelan pelan… (Waduh, cara seperti ini sungguh menyiksa si ayam ….). Entah adakah pengaruhnya ayam ayam stres ini pada bau dagingnya. (Untuk kambing, ada penyembelih kambing yang mengakui bahwa daging kambing yang disembelih dalam keadaan stres biasanya lebih berbau dari daging biasa).

Tinggalkan sebuah Komentar

Membersihkan bahan makanan mentah

Sayur dan buah

Cara terbaik mencuci sayur dan buah adalah dengan mengalirkan air pada tahap pencucian terakhir. Setelah ulat,telur ulat, tanah dan kotoran lain kita bersihkan, sebagai finishing touch ada baiknya kita alirkan air agar segala kotoran (mungkin juga pestisida yang larut dalam air) terbuang. (kalau buah duren gak usah digosok sampe bersih ya, langsung dialirkan air saja….:))

Ikan
Untuk ukuran ikan, udang serta binatang laut lainnya yang tidak lebih dari 2 ruas jari telunjuk, kita tidak perlu membersihkan kotoran di dalamnya karena termasuk najis yang dimaafkan… tapi untuk ikan dengan ukuran lebih besar dari itu kita
harus membersihkannya. pada ikan saluran pembuangan padat dan cair serta pengeluaran telur adalah sama. Jadi pastikan betul betul bagian ini sudah bersih. Kalau dalam ikan terdapat telur ikan,keluarkan dulu telur tersebut, cuci
secara terpisah, lalu dapat dimasukkan kembali ketika perut ikan sudah bersih.

Ayam
Bagian kloaka terletak dekat dengan pantat ayam( istlah di Jawa adalah Berutu, di Sunda Tunggir). Jika kita sayat sedikit bagian menonjol di pantat ini, kita akan menemukan 2 bulatan putih seperti lemak. Sebaiknya ini juga dibuang agar ayam tidak bau ketika dimasak dan bagian berutu yang menjadi favorit sebagian orang dapat dinikmati dengan aman.

Tinggalkan sebuah Komentar

Mencuci telur

Ada beberapa penjual telur yang sudah membersihkan telur telurnya ketika di peternakan, namun biasanya telur seperti ini adalah telur eksklusif dalam kemasan yang harganya jauh berbeda dengan telur ayam curah. Para peternak telur itu mencuci telur telurnya untuk alasan kesehatan… rupanya kulit telur memiliki lapisan terluar yang berguna untuk menghalangi segala debu dan kotoran dari luar masuk ke dalam. Diprediksikan pada lapisan ini seluruh kotoran menempel. Jadi sebagai finishing touch sebelum telur dibungkus, telur dicuci terlebih dahulu agar segala kotoran hilang. Yang membuat telur telur ini wajib dicuci terlebih dahulu karena saluran pengeluaran telur dan saluran pembuangan pada burung menjadi satu. Itulah sebabnya kotoran dan darah sering ditemukan pada telur telur curah.
Jadi untuk menjaga agar makanan kita tetap halal dan bersih, mari kita cuci telur telur kita sebelum digunakan. Pertama tama kita buang dulu kotoran kotoran yang terlihat (memakai sikat
atau spons, lalu kita cuci seluruh permukaan telur dengan menggosok gosok permukaan telur, terakhir kita alirkan air untuk memastikan seluruh kotoran hanyut dibawa air.

Tinggalkan sebuah Komentar