Kisah sedih di pasar

Ketika sedang mencari oleh oleh untuk kawan di pasar, tidak sengaja saya melewati kios ikan pindang tongkol… awalnya, wah, menggoda sekali….ikan besar besar yang direbus dengan bumbu lalu dikeringkan…. tapi lalu ada rasa ragu di dalam hati…. apakah ikan ikan ini sudah dibersihkan denagn baik? Kelihatannya kog bagian perutnya ada bekas hitam-hitam…apakah itu??? wah kalau itu usus dan kotoran ikan gimana? hiiiy…gak jadi deh mau makan ikan pindang tongkol….. sebagai informasi secara syariat Islam, jika ukuran ikan maksimum sebesar 2 jari tangan, ikan tersebut masih dapat dimakan denagn usus usus dan kotorannya, tapi kalau lebih dari itu, ikan harus dibersihkan lebih dulu. Jadi kalau ikan teri medan dan teri air tawar sih aman aman saja untuk dimakan….. Yah, gak jadi makan pindang hari ini… :( mungkin perlu bikin sendiri).

Komentar

Beberapa ide memasak sayur

Sayur mayur bisa di

Makan mentah sebagai lalapan yang dimakan denagn sambel. Sambel pelengkap lalap biasanya sambal bajak, sambal tomat atau sambal terasi.

Sayur mentah juga bisa dibuat karedok, sejenis lotek yang dicampur deangn kacang panjang, kol tauge, terong hijau, semua dalam keadaan mentah.

Direbus dan dimakan bersama pelengkapnya seperti saos mayones, saos selada thousand island, saos selada husar, bumbu gado gado, pecel, urap atau lotek.

Ditumis.

Cara menumis yang baik adalah, tumis bumbu sampai matang dan harum, masukkan sayur, aduk rata dalam keadaan api besar, ketika terlihat sudah setengah matang, tutup wajan yang berisi tumisan dan masak dalam api kecil. Total waktu memasak sayuran agar tetap hikau dan tidak berubah kandungan vitaminnya adalah 7 menit… itu kata Shirley O Corriher, si pakar masak.

Kalau ingin tumis sayur yang kental, masukkan tepung kanji yang telah dicairkan terlebih dahulu. Sayuran yang ditumis terasa lezat jika waktu memasak tidak terlalu lama dan disajikan dalam keadaan hangat. Kalau tidak ingin segera disajikan, tumis dalam keadaan setengah matang, lalu hangatkan kembali ketika akan disajikan.

Sop

Sajian hangat berkuah….masukkan sayuran yang keras terlebih dahulu seperti wortel atau buncis, sayuran yang mudah empuk seperti kol brokoli, jamur, dapat dimasukkan kemudian. Aroma bawang daun, seledri dan merica dapat memberi aroma khas.

Komentar

Glutamate, amankah?

Benda ini banyak ditemukan di resep masakan berkuah dengan kaldu yang banyak, resep sayuran, serta cemilan cemilan asin dan makanan kemasan. Padahal masakan tanpa tambahan glutamat juga bisa nikmat asalkan menggunakan bahan bahan yang baik, pengolahan yang betul serta teknik pemasakan yang baik. Glutamat alami terdapat pada sebagian besar bahan makanan seperti pada kentang, keju, kentang, tomat, kacang kacangan bahkan pada ASI. Glutamat alami cukup aman dikonsumsi karena tubuh kita telah dipersiapkan untuk itu.

Glutamat yang tersedia di pasaran adalah mononatrium glutamat yang dijual dalam bentuk serbuk dalam kemasan. Banyak yang berpendapat mononatrium glutamat itu tidak berbahaya seperti di:

http://www.ific.org/publications/brochures/msgbroch.cfm?renderforprint=1

http://www.ific.org/publications/reviews/msgir.cfm

Ada juga yang berpendapat kita harus berhati hati mengkonsumsi benda ini ( lihat di :

http://www.alive.com/115a1a2.php?text_page=1

Kita juga harus berhati hati membeli makanan dalam kemasan karena glutamat sering diubah namanya menjadi nama lain seperti (flavour enhancer, seasoning dll) ini berdasarkan penelitian dokter syaraf di Amerika (lihat :

http://www.happyhippie.com/cgi-bin/cgiwrap/hippie/forumdisplay.cgi?action=topics&forum=Vegetarian+Recipes&number=9 )

Mononatrium glutamat dapat menimbulkan alergi pada tubuh, mempermudah asma, merusak kerja syaraf dan otak. Kombinasi glutamat dan gula buatan adalah formula yang sangat berbahaya bagi anak. Glutamat diproses dalam waktu yang cukup lama dalam tubuh, jika jumlahnya terlalu banyak akan terjadi penumpukan. Penumpukan glutamat dalam tubuh ini yang dapat merusak kerja syaraf dan otak. Glutamat alami dapat diproses dalam jumlah yang cukup lama dan kadarnya cukup rendah sehingga tidak berbahaya, tapi mono natrium glutamat memiliki kadar glutamat yang tinggi dan sulit diproses sehingga penumpukkan sulit dihindari. Anak anak lebih rentan terhadap benda ini karena susunan tubuh dan syarafnya belum sempurna (masih dalam tahap pertumbuhan). Kombinasi glutamat (Biasanya terdapat pada makanan kemasan, fast food, dll) dan aspartame (banyak terdapat dalam minuman kemasan, softdrink dll) menjadi racun yang sangat berbahaya bagi anak.

Di zaman ini ternyata tidak mudah untuk mencari makanan olahan dan kemasan yang baik bagi tubuh. Padahal kita telah diperintahkan untuk hanya makan makanan yang baik dan halal. (QS: An Nahl 114). Makanan saji dan olahan memang cukup digemari oleh orang yang tidak memiliki waktu untuk memasak sendiri, tapi kita perlu berhati hati memilihnya. Buah segar dan kacang kacangan mungkin dapat menjadi alternatif sebagai snack atau makanan selingan jika tidak sempat memasak sendiri. Jika ada sedikit waktu luang untuk memasak pilihlah masakan sederhana yang mudah dan cepat .

Lebih baik lagi jika kita membentuk dapur umum yang terdiri dari orang orang yang memiliki tujuan yang sama yaitu memasak masakan yang baik dan halal. Seperti yang disarankan juga di:

http://www.alive.com/115a1a2.php?text_page=2

Satu lagi, disini terdapat peluang kita untuk berusaha mengenalkan dan membuat makanan yang baik lezat, terjangkau dan halal untuk masyarakat. Semoga dengan itu Allah memberikan rahmat kepada kita.

Komentar

Variasi Cake

Bahan utama pembentuk cake adalah telur dan terigu. Selain bahan utama tersebut banyak juga cake juga dapat divariasi dengan bahan lain seperti oats, ubi/kentang kukus, yogurt, tape, durian, dll.

Cake havermout, resep dari Lia, Dapurgue

Cake tape kukus, modifikasi dari resep Brownies kukus (DCC diganti tape)

Tunnel Cake Resep dari Shirley O Corriherr

Ada juga cake yang tidak menggunakan kuning telur, contohnya zebra cake

Komentar

Bikin roti itu Nggak Sulit Asalkan……

1. A. Kenali bahan bahan yang dibutuhkan

1. Tepung terigu
Pastikan kualitas dari terigu yang digunakan. ( Di luar negri ada yang sampai menggiling sendrii gandumnya untuk mendapatkan bahan yang berkualitas. Ada juga yang memiliki daftar jenis terigu dan sifat sifatnya. Untuk bakeri, kebanyakan sudah fanatik dengan satu jenis terigu saja).
Yang bagus tentu saja terigu protein tinggi, terigu ini berserat banyak lebih elastis dan mudah kalis dibanding terigu protein rendah. Tapi kalau tidak ada, apa boleh buat, dibutuhkan rekayasa… ada yang menambahkan gluten (biasanya di jual di toko bahan kue). Kalau di dapur harmoni masih memakai terigu curah, tentunya bukan protein tinggi. Agar bahan memiliki serat yang banyak dan rasa yang gurih dari gluten, perlu dilakukan pengulenan bebearpa kali. Jangan kuatir, kalau nggak pingin pegal di tangan dan tangannya kurang kekar, pengulenan dapat dilakukan dengan mixer berspiral.

2. Ragi
Kenali ragi yang dipakai tiap ragi memiliki rasa yang berbeda. (Menurut penilaian pribadi, SAF instant cenderung agak asam sementara Fermipan agak manis). Lebih baik lagi kalau bisa memakai ragi basah, hasil lebih empuk, lebih cepat mengembang karena gak pakai bahan pengering, juga lebih lembab.

Agar serat adonan roti yang dihasilkan lebih stabil, sebaiknya pengulenan dilakukan lebih dari 1 kali .

Pertumbuhan ragi sangat bergantung pada suhu dan kelembaban. Pastikan suhu adonan kue sudah sesuai resep. Kalau menggunakan ragi instant, adinan harus ditutup lap basah agar tidak mengering.

Pastikan kembali berapa lama waktu membiakkan ragi dalam tepung (sponging dan proving adonan). Jika terlalu banyak ragi akan menimbulkan gas berlebih tapi cenderung kempes ketika dipanggang, selain itu bau dan rasa adonan jadi berubah (seperti kue apem).

Kalau cuma memiliki oven tangkring 1 buah sementara adonan yang ingin dipanggang berloyang loyang, adonan bisa disimpan sementara di kulkas untuk menghambat pertumbuhan ragi. Pastikan juga seluruh takaran baik terigu dan ragi serta air sudah tepat.

Ragi masih dapat tumbuh ketika masuk oven (walau hanya beberapa menit), biasanya para koki sengaja menyemprotkan air dalam oven beberapa kali ketika roti baru masuk dalam oven agar roti tetap lembab dan dapat mengembang maksimal.

3. Air

Air berfungsi mengaktifkan gluten yang ada pada terigu. Untuk terigu protein rendah, kadar gluten yang rendah dapat dimaksimalkan dengan pengulenan beberapa kali. (Misalnya French Breadnya Julia Child diuleni lebih dari 2 kali). Takaran harus tepat. Jika air terlalu sedikit, gluten tidak aktif, jika terlalu banyak adonan sulit diuleni.

4. Lain lain

Bahan lain seperti telur, butter, minyak goreng adalah bahan tambahan yang berfungsi melembabkan dan mengempukkan. Kuning telur berfungsi mengempukkan sementara putih telur membuat rasa lebih gurih (karena putih telur mengandung protein dan air). Biasanya jika menggunakan putih telur, jumlah air dikurangi. Tergantung dari selera mau seberapa empuk roti yang dihasilkan, seperti adonan cake, semakin banyak kuning telur, semakin empuk hasilnya. Jika menggunakan putih telur, adonan harus dipanggang dengan suhu oven yang lebih rendah dalam waktu yang lebih singkat karena putih telur bersifat cepat kering dan keras jika terkena suhu yang tinggi.

Tanpa bread improver atau bahan aditif lainpun roti dapat menjadi empuk.

2. B. Pelajari teknik pembuatan
Pada beberapa resep dijelaskan secara rinci berapa lama pengocokan dan berapa lama proving (mengembangkan adonan). Untuk pemula sebagiknya aturan ini diikuti walaupun sebenarnya banyak faktor lain yang berpengaruh dari teknik pengerjaan seperti kualitas bahan. Paling mudah pilih bahan kualitas tinggi dan kerjakan adonan seperti pada resep.

3.C C. Kenali seperti apa bahan roti yang sudah siap dibentuk
Bahan roti yang siap dibentuk sudah kalis, tetapi tidak keras. Dia cenderung elastis/ lentur (jika terigu yang digunakan protein tinggi). Kalau adonan belum kalis, kemungkinan serat yang ada pada terigu kurang banyak. Jangan terburu buru menambahkan terigu. Uleni adonan tambahkan minyak atau butter sedikit sedikit diselingi terigu sedikit sedikit. Diamkan sejenak. Lihat kembali adonan. Jika masih lengket, tambahkan lagi minyak, lalu terigu. Ulangi beberapa kali prosedur ini. Jangan lupa melumuri tangan denagn minyak agar tidak lengket pda adonan. Insya Allah lama lama adonan akan kalis. Kalau tidak juga (untuk adonan roti bluder, memang harus dituang dalam cetakan), gunakan loyang kecil kecil, roti jadi berbentuk muffin.

4.D D. Pastikan panas api ketika pemanggangan sudah sesuai resep
Panas oven harus stabil, jadi adonan tidak dikeluarkan sebelum matang atau setengah matang.

Lihat kembali, jangan terlalu lama memanggang, roti lembut akan berubah jadi roti kering.

Komentar (2)

Kreasi Awug Beras Coklat

Awug beras denagn resep standard sebenarnya sudah cukup enak untuk disantap bersama keluarga, tapi untuk variasi, saya mencoba menambahkan beberapa bahan pada awug yang enak ini. Hasilnya, hmmmm awug dengan rasa coklatdan santan dicampur dengan gula merah…. rasanya hampir seperti butterscotch apalagi kalau ditambahkan butter dan meisjes…..

cuma bikin 3 loyang kecil eh jadi rebutan anak anak… ya udah, ibunya cuma icip icip aja dikit….cara bikinnya sama aja sama awug beras biasa, tapi adonan tepung berasnya ditambah coklat dan santan. Kalau suka ditiap lapisnya diberi gulamerah dan butter. Diberi topping meisjes. Jadi deh.

Komentar

Membuat Roti

Roti yang lembut dan lembab, gurih serta tanpa bahan bahan aditif. Itu roti yang ingin dibuat

di Dapur Harmoni. Di Internet ada banyak pilihan resep dan tips cara membuat roti di antaranya:

http://www.aaoobfoods.com

http://www.thatsmyhome.com/

http://www.exploratorium.edu/cooking/bread/index.html

Tapi rupanya roti buatan orang barat berbeda dengan selera di Indonesia (tepatnya di Dapur Harmoni). Misalnya roti prancis atau baguette adalah roti yang padat dan kering, jika tidak disimpan dalam tempat khusus beberapa jam kemudian dapat mengeras. (Maklum, bahanya sederhana, cukup dengan ragi air teri gu garam disertai teknik pembuatan dan waktu pembuatan yang khusus, taraa, jadilah si roti Prancis itu).

Roti Prancis di foto ini dibuat berdasar resep Julia Child. Salah satu resep roti prancis:

http://iliketocook.blogspot.com/

Hasilnya kalau menurut sang koki, lumayan, rotinya gurih, kulitnya kering. Enak dimakan denagn selai dan mentega. Tapi jika didiamkan selama beberapa jam tanpa dibungkus atau disimpan di tempat roti, , jadi keras dan liat.

Ada juga Classic Dinner Roll.

Hasilnya, cukup lembut tapi kurang lembab.

Ada juga roti bluder, ini resep roti ini dari Indonesia. Adonannya cair dan tidak bisa dibentuk. Memang aslinya adonan ini dituang dalam cetakan, baru dipanggang. Ini hasilnya:

Lembut dan manis.

Tapi rupanya tetap resep yang disuka adalah resep dari buklet Nova zaman dahulu yaitu roti isi ayam. Isi bisa divariasi. Dibuat dengan isi abon juga enak. Ini variasinya, dibuat menjadi roti mentega manis

Alhamdulillah. Tak usah pakai bahan aditif, bisa juga enak. Roti memang tergantung dari pemilihan bahan dan teknik pembuatan. Ini menyusul yaa…

Komentar

Kecemasan Seorang Koki

Versi 1
Ketika saya sedang sibuk bersiap siap masak di sore hari (maksudnya biar makan malam disajikan fresh dan hangat) tiba tiba saya mendapat telepon dari kawan yang mengundang saya di acara pengajian malam nanti. Karena rumah saya jauh dari lokasi pengajian, saya memutuskan untuk bersiap siap berangkat pada saat itu juga. Anak anak sudah mandi jadi tinggal menyiapkan perbekalan untuk bepergian saja seperti baju hangat, jas hujan, makanan dan minuman, popok, selimut dll. Ketika itu saya sedang memasak nasi menggunakan panci presto.. ketika panci berbunyi, api kompor saya kecilkan, kemudian 5 menit setelah itu kompor harus dimatikan agar nasi tidak gosong.

Kami berempat langsung bersiap siap dan bergegas keluar dari rumah mengejar angkot jurusan Cimahi Ledeng karena hari sudah sore. Alhamdulillah, ada angkot kosong. Tapi tiba tiba di tengah jalan timbul rasa ragu dalam hati saya, “tunggu dulu, apakah kompor panci presto sudah saya matikan atau belum ya????”………..

Kalau saya turun dan pulang, kemungkinan besar saya tidak dapat hadir di acara pengajian karena membutuhkan waktu pulang mematikan kompor, shalat maghrib dulu di rumah, dll jadi kurang lebih jam 18. 30 baru berangkat kalau tidak ada halangan lainnya sementara angkot terakhir berangkat jam 19.00. Lagi pula rasanya kompor itu sudah saya matikan, jadi buang buang waktu sekali kalau saya pulang ternyata di rumah kompor sudah mati… belum lagi membawa anak anak pulang pergi dari angkot rumah dan angkot memakan waktu yang lama (rumah saya terletak agak jauh dari angkot dengan tanjakan yang cukup terjal)….
Tapi betulkan sudah mati? atau belum?

Ya Tuhaaan, tolong pilihkan saya keputusan yang terbaik… Ya Guru, tolong saya berikan saya pilihan dan keyakinan karena keragu raguan itu adalah salah satu godaan syetan. demikian saya berbisik dalam angkot yang lumayan sepi. Ketika itu anak anak duduk diam dan tenang…..

Sebelum datang ketenangan dalam diri saya rupanya hati saya berbisik…. kamu cemas dengan sesuatu yang tidak dapat kamu lihat dan kamu pastikan yaitu api kompor di rumah… apakah kamu pernah cemas dengan sesuatu yang tidak dapat kamu pastikan juga yaitu kehidupan kamu di akhirat nanti?? akankah kamu selamat atau kamu masuk dalam tempat yang panasnya lebih dari berjuta juta panas api kompor yang kamu cemaskan itu?….

Ya Allah, maafkan aku, maafkan aku maafkan aku…..ampunkan aku ampunkan aku, Guruku, taubatkan aku doakan aku ampukan akuu…..

Sepanjang jalan dalam angkot aku berdoa mohon belas kasihannya karena kelalaianku yang tidak pernah mengingat kehidupan akhirat.

Versi 2


Gas di rumah habis sehingga koki rumah memasak dengan kompor minyak.. walaupun jarang sekali memasak dengan kompor minyak, ternyata hari hari berlalu juga seperti biasa, Alhamdulillah, tentunya dengan bantuan bantuan dari pembantu dan anak anak yang cukup tenang dengan perubahan ini.

Suatu hari ketika anak anak sedang bermain sendiri, saya ingin menumis sayuran di kompor minyak…. kompor itu saya letakkan di luar rumah… ketika itu angin bertiup sangat kencang sehingga tiba tiba api kompor naik dan sempat mengenai jari saya walau cuma sebentar…….

Tentu saja terasa panas…. Ya Allah jika api seperti ini sudah terasa panas, bagaimana dengan api di akhirat nanti??? aku tak akan mampu, tak akan mampu masuk ke dalamnya….

Lalu teringat kembali doa yang diajarkan guruku tentang taubat nasuha….. Tuhanku aku tidak layak masuk dalam firdausmu (kurang lebih rasanya seperti orang kampung, kotor berdebu lusuh, ingin masuk ke tempat raja yang indah dan gemerlapan) tetapi aku pula tidak sanggup menanggung siksa neraka Mu…. (sama api kompor saja kalah… apalagi api di sana…) oleh itu Ya Allah terimalah taubatku, ampunkanlah dosa dosa ku, sesunggguhnya Engkaulah Pengampun dosa dosa besar…..

Komentar

Tips Membuat Risol

Perlu punya pan datar. Gak usah teflon gak pa pa. Asal dia berbentuk bulat, datar, lebih bagus lagi kalau dasarnya tebal sehingga panci tidak cepat gosong (panas api relatif stabil dengan panci berpantat tebal. )

Resep kulit, fleksibel, terdiri dari bahan utama telur, air, terigu dan garam. Bahan siap di tuang dalam pan kalau sudah rata diaduk, kekentalannya pas (kalau adonan ditumpahkan denagn sendok ia akan mengalir pelan pelan). Kalau belum bisa merasakan pasnya adonan, sialhkan tuang sedikit dalam pan dan lihat hasilnya. Kalau keras dan tebal, tambahkan air, kalau retak retak, tambahkan terigu. (Kalau belum bisa juga cari aja resep risol di web, banyuak kok).

Panas api sangat berpengaruh. Kalau terlalu panas, adonan terlalu cepat menempel di pan, sulit di miringkan sehingga hasil menjadi tebal. Jadi usahakan suhu pantat panci stabil. Kalau terlalu panas, kecilkan kompor, siram pantat pandi dengan air (jangan sampe kena ke atas panci ya..) atau semprot air ke dasar panci untuk mengurangi panas.

Adonan isi bervariasi, dari abon, daging ayam, sayur dan kentang, daging cincang, ragout, kalau suka manis dapat juga memakai isi vla.

Kalau mau kulit yang tebal dan crunchy, kulit dicelupkan dalam air dan tepung maizena atau tepung kanji, lalu di guling ke tepung roti, ulangi 2 kali. Kalau suka telur, boleh juga diguling menggunakan telur.

Komentar

Review Resep Roti

Classic Dinner Rolls

Resep ini dari : http://www.taunton.com/finecooking

18 oz. (4 cups) all-purpose flour
1 package (2-1/4 tsp.) rapid-rise yeast
1/3 cup sugar
1 tsp. salt
1 cup milk
4 oz. (8 Tbs.) unsalted butter
3 large egg yolks

Komentar:

Resep dan cara membuat roti cukup lengkap, bahkan sampai suhu oven, lama pengadukan disebutkan. Lucunya, 3 kali praktek resep, hasilnya tidak sama. Memang ada perbedaan waktu memasak keduanya. Yang pertama, cukup bagus, adonan dapat dibentuk, hasilnya dinner roll bulat berwarna keemasan yang empuk.

Hasil kedua dinner roll tidak dapat dibentuk karena cair, adonan cenderung melebar ke samping. Yang ketiga, adonan sulit dibentuk, hasil melebar ke samping dan dinner roll agak keras. Lah bagaimana ini? kok kualitasnya terus menurun???

Berikut ini dugaan kenapa adonan sampai berbeda.

  • Telur yang dipakai pada adonan 1 lebih kecil dari yang ke 2 dan 3.
  • Cara mengocok adonan pertama, cukup dengan slow speed.
  • Adonan ke 2 terburu buru dibuat, akibatnya dikocok cepat cepat dengan high speed (karena harus pergi pagi pagi), dilanjutkan denagn pemanggangan oleh orang lain.
  • Adonan ke 3 menggunakan ragi basah yang baru dibeli (kekuatannya lebih dari ragi lama). Sepertinya encer sekali, tapi saya tidak berani menambahkan terigu karena ingin sesuai resep. Adonan ini dimasak di kompor minyak berhubung gas di Bandung sedang sudah didapat. Otomatis menggunakan api besar, sehingga suhu oven lebih panas dari biasanya….

Jadi penasaran tentang roti. Sebetulnya sudah menemukan formula yang pas dari resep lain (di buklet Nova zaman dulu)… tapi masih pengen ngutak atik lagi biar ketemu formula dan teknik pembuatan yang tepat biar roti yang dihasilkan enak, sehat dan baik…Btw kalau mau bikin roti, jangan lupa telurnya dicuci yaaa.

Komentar

« Tulisan sebelumnya