Bika Ambon dan Bika Karamel

Resep bika karamel:

http://resepkue.net/kue-bika/resep-kue-bika-karamel/

Resep bika ambon… wah maaf, linknya belum dapat saya tampilkan.

  1. Bika ambon dan bika karamel adalah makanan berpori yang menggunakan ragi denagn tepung kanji dan tepung beras dan santan.
    Beberapa hal yang berpengaruh dalam pembuatan kedua kue ini adalah:
  2. Pemilihan tepung sagu yang berkualitas
  3. Pemilihan ragi, paling baik dengan ragi basah
  4. Pengaturan api pada oven. Pemakaian oven denagn api atas akan menghasilkan kue denagn serat yang lebih baik.

Tinggalkan sebuah Komentar

Ampyang Kacang

Makanan ini sangat sederhana, tapi untuk membuatnya menjadi ampyang dengan rasa manis yang cukup, kacang yang gurih, gula yang tidak gosong membutuhkan banyak latihan. Resepnya pakai takaran kira kira, ada yang perbandinagn gula aren dan kacang nya 1: 1 atau 2: 1. Tergantung dari selera. Tambahkan juga garam.  Resep yang saya temukan tidak menggunakan air dan gula putih sebagai tambahan. Resep ini menghasilkan ampyang dengan rasa gula aren yang legit denagn kacang yang renyah.

Beberapa tips membuatnya:

  1. Kacang yang dipanggang lebih renyah, lebih rata matangnya dibandingkan kacang yang disangrai. Panggangan kacang tidak boleh terlalu matang atau mentah. Cirinya jika kulit kacang sudah mulai berwarna coklat tapi tidak gosong, kacang merekah, dan kacang jika dimakan sudah terasa renyah.
  2. Gula aren harus diiris halus terlebih dahulu agar tidak ada gumpalan gula yang belum cair ketika dipanaskan.
  3. Suhu gula yang dipanaskan sanagt berpengaruh pada rasa. Jika gula terlalu gosong, rasanya pahit, jika belum cair sempurna dan berkaramel, rasanya kurang mantap.
  4. Gunakan panci berpantat tebal agar penyebaran api pada gula karamel lebih merata.

Tinggalkan sebuah Komentar

Makanlah makanan yang halal, makanan yang haram dapat menggelapkan hati…..

Orang yang selamat adalah orang yang membawa hati yang selamat ketika berhadapan denagn Allah swt. Hal itu tidak mudah karena dalam kehidupan, kita selalu berhadapan dengan berbagai macam godaan yang muncul dari nafsu dan setan….Semakin banyak kita membuat dosa, semakin penuh hati kita denagn noda noda yang sulit dibersihkan walaupun dengan sabun pembersih yang paling top….padahal semakin kotor hati kita semakin sulit kita mendapatkan petunjuk dari Allah Swt.

Agar hati kita mudah mendapatkan petunjuk, ada beberapa cara yang dapat diusahakan yaitu:

  1. Menjaga segala apa yang kita makan dari yang haram dan syubhat.
  2. Menjaga pandangan dan pendengaran kita….

(Sumber: Mengenal Diri Melalui Rasa Hati; Ust Ashaari Muhammad).

Tinggalkan sebuah Komentar

Cara Menyajikan Makanan Halal

Bagi seorang mukmin, makanan halal adalah syarat mutlak…. Sayidina Abu Bakar memilih untuk muntah daripada menelan makanan haram… Wali dan sufi sufi memilih tidak makan daripada memakan makanan yang syubhat…..

Makanan yang halal sangat berpengaruh pada proses pendidikan rohani dan jasmani anak anak, karena anak yang terbiasa makan makanan halal lebih mudah penanganannya dari pada y ang tidak…. (lihat Panduan Wanita Solehah bab makan –minum)

Makanan yang sudah jelas jelas halal, jika penyajiannya kurang tepat, bisa menjadi haram. Contohnya ayam, adalah makanan yang halal, tapi jika cara sembelih ayam tidak sesuai dengan syariat, ayam yang sudah jelas halal tersebut bisa menjadi haram karena ayam tersebut masuk dalam kategori bangkai.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan makanan mentah:

Secara umum kesucian makanan perlu dijaga betul…. jangan sampai makanan yang kita olah masih terkena najis atau belum disucikan. Jadi pastikan dahulu makanan mentah tersebut tidak bernajis, lalu sucikan dengan cara mengalirkan air secara merata pada makanan mentah tersebut. Contohnya brokolli, bersihkan brokoli dari segala ulat dan telur telurnya (kita tidak boleh makan ulat kan….)setelah yakin bersih, alirkan air pada seluruh bagian brokoli tersebut……

Beberapa makanan mentah yang membutuhkan perhatian khusus antara lain:

Ayam

Pastikan ada 3 urat leher yang putus pada leher ayam, ini adalah syarat wajib secara syariat… kalau ada ayam yang lehernya cuma bolong sedikit, sebaiknya jangan dibeli, karena ada beberapa ayam yang tidak disembelih leher, hanya ditusuk dan dikeluarkan darahnya saja. Langkah selanjutnya sama seperti daging sapi.

Kalalu ingin lebih bersih, buang bagian kloaka ayam yang terletak di pantat ayam.

Daging sapi

Pastikan seluruh darah kotor tidak terdapat lagi dalam daging. Untuk jeroan, pastikan sudah tidak ada darah beku yang belum keluar.

Ikan

Pastikan seluruh perut ikan dibuang denagn bersih. Kalau ada telur ikan di dalamnya, sebaiknya keluarkan dulu telur ikan tersebut, sucikan secara terpisah, bersihkan bagian perut ikan dan sucikan, lalu telur boleh dimasukkan kembali dalam perut ikan atau dibungkus aluminium foil. Untuk ikan denagn ukuran maksimum 2 jari kotoran dalam perutnya tidak perlu diambil, misalnya untuk ikan teri medan.

Berhati hatilah memilih ikan yang sudah diolah. Pastikan betul bagian usus sudah dibersihkan.

 

Telur

Buang seluruh kotoran dan bekas darah pada telur dengan sabut besi, sucikan. Telur yang sudah dicuci sebaiknya segera digunakan atau dimasukkan dalam lemari es.

Udang

Jangan lupa membuang kotorannya yang ebrada di dekat kepala, lebih baik lagi jika bagian punggung tempat saluran kotoran tersebut juga dibuang, ini menyebabkan bau amis pada udang.

Tinggalkan sebuah Komentar

Donat oh Donat

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Lagi rame tentang betapa panjang umurnya si donat donat yang dijual di toko toko…. kalau di rumah sendiri dan di rumah beberapa kawan, gak akan panjang umur deh si donat… langsung deh dilahap nyam nyam nyam…..

Mau mau???? gak susah kok bikin donat sendiri…resepnya ku contek habis dari mbak Odillia Wineke (Makasih mbak…. sudah menceriakan hidupku denagn resep donatmu).

Kurang lebih kayak gini:

Untuk menghasilkan 30 buah donat ukuran sedang, dibutuhkan:

600 gram terigu protein sedang atau tinggi (aku cukup pake terigu curah… murah, cuman 7000 perak).

75 gram gula pasir

200 ml air

100 gram minyak goreng, mentega juga boleh kalau mau.( dirumah dah lama gak pake mentega, untuk beberapa kue basah, aku mengganti mentega dengan minyak goreng, ternyata kuenya lebih empuk biar beraroma tambahkan garam pada tiap penambahan minyak goreng).

Ragi basah (nah ini memang beda denagn ragi instant, hasilnya lebih empuk, harum…. nyam…)

4 kuning telur ( mau dikurangi juga boleh, pake 1 juga gak papa… tapi kalau pake 4, hmm donat jadi empuk dan gak keras biarpun udh nginep sehari… rasa telurnya bikin donat lebih gurih… jangan lupa cuci dulu telurnya ya..).

Sedikit garam… untuk menambah rasa dan sebagai pengawet. Aku pake 1 sdt untuk 1 resep.

Cara membuat:

Pake mikser spiral, semua dikocok kocok kocok sampe tercampur.. dahulukan air gula ragi dan telur, masuk terigu, terakhir minyak goreng. Lama pengocokan fleksibel saja, pokoknya tercampur rata…. tapi konon semakin lama mengocok semakin banyak gluten yang terbentuk, rasanya bisa semakin gurih… ya, kira kira antara 5- 8 menit setelah adonan tercampur rata. Diamkan 30 menit sampai adonan mengembang. Lalu adonan kembali dikocok kocok kocok beberapa menit. Langsung dibentuk. Biar donat tengahnya empuk, adonan jangan dicetak terlalu tipis… beri ketebalan 2 sampai 3 cm kurang lebih agar donat dalamnya empuk dan lembab. Diamkan lagi 30 menit, setelah terlihat donat mekar, masukkan donat dalam penggorengan (baiknya pake panci berpantat tebal agar api merata) yang sudah terisi minyak panas… deep fried. Kalau sudah cukup, balik 1 kali, tunggu, angkat dan tiriskan.. Untuk yang suka donat garing kriuk di luar, bisa menggoreng sampe warna coklat, untuk yang suka donat kulit empuk, sampe warna keemasan saja… balik cukup 1 kali agar donat tidak berminyak. Tiriskan kalau perlu di atas kertas penyerap minyak… siapkan untuk topping…

Topping favorit di rumah ya celup dark chocolate atau white chocolate campur keju atau almond panggang…

Komentar (2)

Kisah sedih di pasar

Ketika sedang mencari oleh oleh untuk kawan di pasar, tidak sengaja saya melewati kios ikan pindang tongkol… awalnya, wah, menggoda sekali….ikan besar besar yang direbus dengan bumbu lalu dikeringkan…. tapi lalu ada rasa ragu di dalam hati…. apakah ikan ikan ini sudah dibersihkan denagn baik? Kelihatannya kog bagian perutnya ada bekas hitam-hitam…apakah itu??? wah kalau itu usus dan kotoran ikan gimana? hiiiy…gak jadi deh mau makan ikan pindang tongkol….. sebagai informasi secara syariat Islam, jika ukuran ikan maksimum sebesar 2 jari tangan, ikan tersebut masih dapat dimakan denagn usus usus dan kotorannya, tapi kalau lebih dari itu, ikan harus dibersihkan lebih dulu. Jadi kalau ikan teri medan dan teri air tawar sih aman aman saja untuk dimakan….. Yah, gak jadi makan pindang hari ini…:( mungkin perlu bikin sendiri).

Tinggalkan sebuah Komentar

Beberapa ide memasak sayur

Sayur mayur bisa di

Makan mentah sebagai lalapan yang dimakan denagn sambel. Sambel pelengkap lalap biasanya sambal bajak, sambal tomat atau sambal terasi.

Sayur mentah juga bisa dibuat karedok, sejenis lotek yang dicampur deangn kacang panjang, kol tauge, terong hijau, semua dalam keadaan mentah.

Direbus dan dimakan bersama pelengkapnya seperti saos mayones, saos selada thousand island, saos selada husar, bumbu gado gado, pecel, urap atau lotek.

Ditumis.

Cara menumis yang baik adalah, tumis bumbu sampai matang dan harum, masukkan sayur, aduk rata dalam keadaan api besar, ketika terlihat sudah setengah matang, tutup wajan yang berisi tumisan dan masak dalam api kecil. Total waktu memasak sayuran agar tetap hikau dan tidak berubah kandungan vitaminnya adalah 7 menit… itu kata Shirley O Corriher, si pakar masak.

Kalau ingin tumis sayur yang kental, masukkan tepung kanji yang telah dicairkan terlebih dahulu. Sayuran yang ditumis terasa lezat jika waktu memasak tidak terlalu lama dan disajikan dalam keadaan hangat. Kalau tidak ingin segera disajikan, tumis dalam keadaan setengah matang, lalu hangatkan kembali ketika akan disajikan.

Sop

Sajian hangat berkuah….masukkan sayuran yang keras terlebih dahulu seperti wortel atau buncis, sayuran yang mudah empuk seperti kol brokoli, jamur, dapat dimasukkan kemudian. Aroma bawang daun, seledri dan merica dapat memberi aroma khas.

Tinggalkan sebuah Komentar

Glutamate, amankah?

Benda ini banyak ditemukan di resep masakan berkuah dengan kaldu yang banyak, resep sayuran, serta cemilan cemilan asin dan makanan kemasan. Padahal masakan tanpa tambahan glutamat juga bisa nikmat asalkan menggunakan bahan bahan yang baik, pengolahan yang betul serta teknik pemasakan yang baik. Glutamat alami terdapat pada sebagian besar bahan makanan seperti pada kentang, keju, kentang, tomat, kacang kacangan bahkan pada ASI. Glutamat alami cukup aman dikonsumsi karena tubuh kita telah dipersiapkan untuk itu.

Glutamat yang tersedia di pasaran adalah mononatrium glutamat yang dijual dalam bentuk serbuk dalam kemasan. Banyak yang berpendapat mononatrium glutamat itu tidak berbahaya seperti di:

http://www.ific.org/publications/brochures/msgbroch.cfm?renderforprint=1

http://www.ific.org/publications/reviews/msgir.cfm

Ada juga yang berpendapat kita harus berhati hati mengkonsumsi benda ini ( lihat di :

http://www.alive.com/115a1a2.php?text_page=1

Kita juga harus berhati hati membeli makanan dalam kemasan karena glutamat sering diubah namanya menjadi nama lain seperti (flavour enhancer, seasoning dll) ini berdasarkan penelitian dokter syaraf di Amerika (lihat :

http://www.happyhippie.com/cgi-bin/cgiwrap/hippie/forumdisplay.cgi?action=topics&forum=Vegetarian+Recipes&number=9 )

Mononatrium glutamat dapat menimbulkan alergi pada tubuh, mempermudah asma, merusak kerja syaraf dan otak. Kombinasi glutamat dan gula buatan adalah formula yang sangat berbahaya bagi anak. Glutamat diproses dalam waktu yang cukup lama dalam tubuh, jika jumlahnya terlalu banyak akan terjadi penumpukan. Penumpukan glutamat dalam tubuh ini yang dapat merusak kerja syaraf dan otak. Glutamat alami dapat diproses dalam jumlah yang cukup lama dan kadarnya cukup rendah sehingga tidak berbahaya, tapi mono natrium glutamat memiliki kadar glutamat yang tinggi dan sulit diproses sehingga penumpukkan sulit dihindari. Anak anak lebih rentan terhadap benda ini karena susunan tubuh dan syarafnya belum sempurna (masih dalam tahap pertumbuhan). Kombinasi glutamat (Biasanya terdapat pada makanan kemasan, fast food, dll) dan aspartame (banyak terdapat dalam minuman kemasan, softdrink dll) menjadi racun yang sangat berbahaya bagi anak.

Di zaman ini ternyata tidak mudah untuk mencari makanan olahan dan kemasan yang baik bagi tubuh. Padahal kita telah diperintahkan untuk hanya makan makanan yang baik dan halal. (QS: An Nahl 114). Makanan saji dan olahan memang cukup digemari oleh orang yang tidak memiliki waktu untuk memasak sendiri, tapi kita perlu berhati hati memilihnya. Buah segar dan kacang kacangan mungkin dapat menjadi alternatif sebagai snack atau makanan selingan jika tidak sempat memasak sendiri. Jika ada sedikit waktu luang untuk memasak pilihlah masakan sederhana yang mudah dan cepat .

Lebih baik lagi jika kita membentuk dapur umum yang terdiri dari orang orang yang memiliki tujuan yang sama yaitu memasak masakan yang baik dan halal. Seperti yang disarankan juga di:

http://www.alive.com/115a1a2.php?text_page=2

Satu lagi, disini terdapat peluang kita untuk berusaha mengenalkan dan membuat makanan yang baik lezat, terjangkau dan halal untuk masyarakat. Semoga dengan itu Allah memberikan rahmat kepada kita.

Komentar (3)

Variasi Cake

Bahan utama pembentuk cake adalah telur dan terigu. Selain bahan utama tersebut banyak juga cake juga dapat divariasi dengan bahan lain seperti oats, ubi/kentang kukus, yogurt, tape, durian, dll.

Cake havermout, resep dari Lia, Dapurgue

Cake tape kukus, modifikasi dari resep Brownies kukus (DCC diganti tape)

Tunnel Cake Resep dari Shirley O Corriherr

Ada juga cake yang tidak menggunakan kuning telur, contohnya zebra cake

Tinggalkan sebuah Komentar

Tips Membuat Roti

1. A. Kenali bahan bahan yang dibutuhkan

1. Tepung terigu
Pastikan kualitas dari terigu yang digunakan. ( Di luar negri ada yang sampai menggiling sendrii gandumnya untuk mendapatkan bahan yang berkualitas. Alasannya gandum yang digiling sendiri lebih dapat dikendalikan kualitasnya). Pilihlah terigu yang bersih, tidak berbau dan tidak terlalu putih warnanya. Beberapa jenis terigu memang menggunakan pemutih. Banyak di antaranya yang menggunakan pengawet.
Terigu untuk membuat roti adalah terigu protein tinggi, terigu ini berserat banyak lebih elastis dan mudah kalis dibanding terigu protein rendah. Tapi kalau tidak ada, apa boleh buat, dibutuhkan rekayasa… ada yang menambahkan gluten (biasanya di jual di toko bahan kue). Terigu curah tanpa merek, tentunya bukan terigu protein tinggi. Agar bahan memiliki serat yang banyak dan rasa yang gurih dari gluten, perlu dilakukan pengulenan bebearpa kali. Jangan kuatir, kalau nggak pingin pegal di tangan dan tangannya kurang kekar, pengulenan dapat dilakukan dengan mixer berspiral.

2. Ragi
Kenali ragi yang dipakai tiap ragi memiliki rasa yang berbeda. (Menurut penilaian pribadi, SAF instant cenderung agak asam sementara Fermipan agak manis). Ragi kering memang mudah digunakan, mudah disimpan dan mudah dikirim. Tapi jika ingin mendapatkan roti denagn aroma yang wangi, gurih dan menghindari resiko over proofing, ragi basah adal;ah pilihan yang sangat tepat. Roti menjadi lebih empuk, beraroma, juga lebih lembab. Pertumbuhan ragi basah tidak secepat pertumbuhan ragi kering yang dosisnya memang 3 kali lipat lebih banyak dari ragi biasa. ini menyebabkan adonan roti tidak cepat menjadi asam dan overproofed.

3. Air

Air berfungsi mengaktifkan gluten yang ada pada terigu. Takaran air harus tepat. Jika air terlalu sedikit, gluten tidak aktif, jika terlalu banyak adonan sulit diuleni.

4. Lain lain

Bahan lain seperti telur, butter, minyak goreng adalah bahan tambahan yang berfungsi melembabkan dan mengempukkan. Kuning telur berfungsi mengempukkan sementara putih telur membuat rasa lebih gurih (karena putih telur mengandung protein dan air). Biasanya jika menggunakan putih telur, jumlah air dikurangi. Tergantung dari selera mau seberapa empuk roti yang dihasilkan, seperti adonan cake, semakin banyak kuning telur, semakin empuk hasilnya. Jika menggunakan putih telur, adonan harus dipanggang dengan suhu oven yang lebih rendah karena putih telur bersifat cepat kering dan keras jika terkena suhu yang tinggi.

Pada beberapa pabrik roti digunakan bread improver dan bread softener. Bread improver digunakan untuk mendapatkan serat yang lebih baik dalam waktu yang singkat sementara bread softener unutk melembutkan roti. Untuk alasan kesehatan, pemakaian bahan kimia ini sebaiknya dihindari.

2. B. Pelajari teknik pembuatan
Pada beberapa resep dijelaskan secara rinci berapa lama pengocokan dan berapa lama proving (mengembangkan adonan). Untuk pemula sebagiknya aturan ini diikuti walaupun sebenarnya banyak faktor lain yang berpengaruh dari teknik pengerjaan seperti kualitas bahan. Paling mudah pilih bahan kualitas tinggi dan kerjakan adonan seperti pada resep.

3.C C. Kenali seperti apa bahan roti yang sudah siap dibentuk
Bahan roti yang siap dibentuk sudah kalis, tetapi tidak keras. Dia cenderung elastis/ lentur (jika terigu yang digunakan protein tinggi). Kalau adonan belum kalis, kemungkinan serat yang ada pada terigu kurang banyak. Jangan terburu buru menambahkan terigu. Uleni adonan tambahkan minyak atau butter sedikit sedikit diselingi terigu sedikit sedikit. Diamkan sejenak. Lihat kembali adonan. Jika masih lengket, tambahkan lagi minyak, lalu terigu. Ulangi beberapa kali prosedur ini. Jangan lupa melumuri tangan denagn minyak agar tidak lengket pda adonan. Insya Allah lama lama adonan akan kalis. Kalau tidak juga (untuk adonan roti bluder, memang harus dituang dalam cetakan), gunakan loyang kecil kecil, roti jadi berbentuk muffin.

4.D D. Pastikan panas api ketika pemanggangan sudah sesuai resep
Panas oven harus stabil, jadi adonan tidak dikeluarkan sebelum matang atau setengah matang. Suhu untuk memanggang roti biasanya sekitar 200 Celcius.

Lihat kembali, jangan terlalu lama memanggang, roti lembut akan berubah jadi roti kering.

Komentar (4)

Tulisan yang Lebih Tua »